Petugas ALS Tangerang Pastikan Tak Ada Penumpang Jabodetabek dalam Kecelakaan Sumsel

Petugas ALS Tangerang Pastikan Tak Ada Penumpang Jabodetabek dalam Kecelakaan Sumsel

Pengelola PO Bus ALS Pastikan Tidak Ada Penumpang dari Loket Tangerang yang Terlibat dalam Kecelakaan Maut

Pengelola loket PO Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) yang berlokasi di Jalan Daan Mogot KM.23 Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten memastikan bahwa tidak ada penumpang yang berangkat menggunakan bus dengan nomor kendaraan 346. Hal ini dilakukan untuk menenangkan masyarakat yang khawatir terkait kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Kepala PO Bus ALS Tangerang, Sofyan Siregar menjelaskan bahwa bus nomor 346 yang mengalami kecelakaan tadi siang berangkat dari Semarang. Tujuan akhirnya adalah Medan, Sumatra Utara. Ia menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi oleh BANTENMEDIA pada Rabu (6/5/2026) malam.

Bus ALS yang berangkat dari Semarang menuju Medan hanya mengangkut penumpang dari loket yang ada di sekitar Provinsi Jawa Tengah seperti dari Pati dan Tegal. Pasalnya, kendaraan Antar Lintas Antar Provinsi (AKAP) yang mengalami insiden kecelakaan maut hingga menewaskan 16 orang tersebut berangkat dari agen yang ada di Jalan Raya Kaligawe KM 5, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Setelah semua penumpang telah diangkut dari tempat perhentian, ALS akan langsung menuju Pelabuhan Merak, Banten melalui jalur tol tanpa melewati jalan arteri kembali. Menurut Sofyan, pemberangkatan dari Semarang tidak akan membawa penumpang ke Jakarta lagi karena langsung masuk tol dari Semarang ke Merak untuk masuk ke jalur lintas Sumatera.

Ia pun meminta masyarakat yang baru saja memberangkatkan keluarganya menggunakan bus ALS dari Tangerang dalam beberapa hari terakhir agar tidak khawatir. Untuk penumpang bus yang naik dari loket di Jabodetabek, ia berharap mereka rajin memberi kabar terbaru kepada keluarga tentang kondisi selama dalam perjalanan.

“Dipastikan tidak ada penumpang dari Jakarta atau Tangerang yang menjadi korban kecelakaan tersebut karena busnya bukan berangkat dari loket ALS Tanah Tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekira pukul 12.39 WIB. Kronologi berawal ketika bus ALS 346 melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, diduga muncul percikan api dari bagian bus. Pengemudi kemudian berusaha mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Akan tetapi dari arah berlawanan melaju sebuah truk tangki bermuatan BBM dengan kecepatan tinggi. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan frontal tak terhindarkan. Benturan keras tersebut langsung memicu kobaran api hebat dan langsung melahap bus, truk tangki, hingga satu sepeda motor yang berada di sekitar lokasi kejadian dalam hitungan menit.

“Jadi posisi kecelakaannya itu adu banteng, maksudnya dua kendaraan dari arah berlawanan tabrakan bagian depan mobilnya,” ucap salah seorang naramsuber BANTENMEDIA yang enggan disebutkan namanya.

Akibat peristiwa nahas tersebut sebanyak 16 orang meninggal dunia yang terdiri dari 14 penumpang bus ALS, satu sopir truk tangki, dan satu kenek truk tangki. Seluruh korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke RS Siti Aisyiah Lubuklinggau untuk proses identifikasi.

Sementara empat korban lainnya berhasil selamat, meski dalam kondisi luka, tiga di antaranya mengalami luka bakar serius, sedangkan satu korban mengalami luka ringan dan tengah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

“Informasi yang kami dapat ada 20 penumpang yang ada di dalam bus saat kecelakaan berlangsung, termasuk supir dan kenek dari bus ALS itu sendiri,” kata dia.


Related posts