Ayah Tunggal Hilang, Ahmad Pengembara dari Pandeglang Dibunuh di Jakarta

Ayah Tunggal Hilang, Ahmad Pengembara dari Pandeglang Dibunuh di Jakarta

Kehilangan yang Mendalam

Ahmad Hidayat, seorang pemuda berusia 20 tahun asal Kabupaten Pandeglang, Banten, meninggal dunia dalam kejadian pembacokan yang terjadi di Jakarta. Kepergian pria ini menyisakan duka mendalam bagi keluarganya yang tinggal di Kampung Tanjung Sari, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Tardi, kakak ipar Ahmad Hidayat, mengatakan bahwa adiknya merupakan tulang punggung keluarga. “Anak kedua, tulang punggung keluarga. Anak yang terakhir cewek, masih sekolah kelas I SMP,” ujarnya. Saat ini, ibunda Ahmad sedang menjalani pengobatan karena mengalami sakit stroke sejak dua tahun lalu. Sementara ayahnya sudah tiada. Di keseharian, ibunda Ahmad selalu dirawat oleh istri Tardi dan adiknya yang bungsu.

Ahmad terakhir bertemu dengan keluarganya dalam keadaan sehat saat lebaran Idul Fitri 2026. “Semenjak lebaran, sebulan lebih lah,” katanya. Sebelum ke Jakarta, Ahmad bekerja di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Menurut Tardi, adiknya itu baru sehari di Jakarta. “Iya baru satu hari (di Jakarta), karena pindahan dari Komsabi. Kebetulan saya kurang orang, maka bos ngoper ke saya (ke Jakarta),” ujar Tardi.

Peristiwa Pembacokan

Tardi menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban meminta izin untuk membeli nasi sama token listrik. Namun pada saat adik iparnya tersebut mau nyeberang, ia menyenggol motor pelaku dengan tidak sengaja dan sudah meminta maaf. “Almarhum izin sama saya, mau beli nasi sama token. Setelah dia pulang lagi ke toko, dia bawa nasi doang, dia balik lagi ke sana,” jelasnya saat ditemui wartawan di kediamannya.

“Jadi sebelum ke konter, itu sempat ada kejadian nyenggol motor pelaku dan sudah minta maaf. Cuma si pelaku itu ngotot karena efek obat,” tambahnya. Ia mengatakan, kejadian pembacokan itu terjadi pada 13.30 siang hari. Setelah dibacok, Ahmad sempat mengejar pelaku. Karena tidak kuat menahan darahnya yang banyak keluar, akhirnya dia tergeletak di sana.

Sebagai keluarga, dirinya mengaku syok melihat adik iparnya tewas akibat dibacok warga Bogor tersebut. “Syok juga, awalnya sehat bugar tiba-tiba begitu. Bahkan sempat dendam juga, cuma kita gak bisa ngapa-ngapain,” ucapnya.

Pelaku Ditangkap

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Sipayung, mengatakan pembacokan tersebut bermula dari keributan antar pengendara motor di jalanan. “Informasinya itu karena awalnya si korban ini enggak sengaja nyenggol motor pelaku. Terus ada selisih paham keduanya, enggak tahunya langsung dibacok si korban ini kan,” jelas AKBP Arfan Sipayung, Selasa (5/5/2026).

Senada, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto juga mengatakan korban tewas dibacok karena senggolan motor dengan pelaku. “Perselisihan diduga dipicu persoalan di jalan setelah sepeda motor pelaku nyaris menabrak motor korban. Korban mengalami luka pada bagian dada kiri. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri,” jelas Budi.

Related posts