Masuk ke Kepulauan, Kemenag Malut Pantau Pendidikan Madrasah di Pulau Terpencil

Masuk ke Kepulauan, Kemenag Malut Pantau Pendidikan Madrasah di Pulau Terpencil

Kunjungan Kemenag Maluku Utara ke Pulau Morotai

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah madrasah di Pulau Morotai, termasuk di Pulau Ngele-Ngele Besar. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan implementasi program prioritas nasional berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dikelola oleh Kemenag Maluku Utara dinilai berhasil meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di daerah terpencil. Program ini merupakan kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari percepatan pembangunan nasional pada era pemerintahan Prabowo Subianto. Dalam kunjungan tersebut, Kemenag juga melakukan monitoring terhadap pondok pesantren dan layanan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memastikan pemerataan layanan publik.

Fokus pada Pengembangan Infrastruktur Pendidikan

Kunjungan ini difokuskan pada madrasah di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa program PHTC telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan. Hal ini memungkinkan siswa di wilayah pulau dapat memperoleh layanan pendidikan yang lebih layak dan setara dengan daerah lainnya.

Amar Manaf didampingi oleh beberapa pejabat penting seperti Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pendidikan Islam, serta Kepala Kankemenag Kabupaten Pulau Morotai. Rombongan meninjau Madrasah Nurul Saba serta madrasah di Pulau Ngele-Ngele Besar. Untuk mencapai lokasi terakhir, rombongan harus menempuh perjalanan darat sekitar satu jam dan melanjutkan perjalanan laut menggunakan perahu kecil.

Perjuangan Mempertahankan Pendidikan di Pulau Terluar

Di Pulau Ngele-Ngele Besar, perjuangan mempertahankan pendidikan menjadi gambaran nyata ketahanan layanan di wilayah terluar. Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MIS) Jamiatulkhairat, Salfa Umar, bersama suaminya, Isra Rajak, telah mengabdikan diri sejak tahun 2000 untuk menjaga keberlangsungan madrasah tersebut.

“Ketika kami pertama datang, madrasah hampir ditutup karena tidak ada murid dan guru. Kami mendatangi rumah-rumah warga untuk mengajak anak-anak kembali bersekolah, bahkan menjemput mereka setiap hari,” ujar Salfa.

Ia mengatakan, jika ada siswa yang tidak memiliki seragam, pihak sekolah berupaya membantu. Bahkan, sarapan bagi para siswa juga disiapkan agar mereka tetap semangat belajar.

Perjuangan tersebut perlahan membuahkan hasil. Madrasah Jamiatulkhairat kini melayani jenjang RA hingga MA dan menjadi satu-satunya lembaga pendidikan formal di pulau yang dihuni sekitar 84 kepala keluarga. Khusus jenjang MI, tercatat sekitar 60 sisiswa aktif.

Meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan tenaga pendidik, bantuan renovasi melalui program PHTC dinilai membawa perubahan signifikan terhadap kualitas fasilitas pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.

Komitmen Kemenag dalam Pemberdayaan Umat

Amar Manaf menegaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan di wilayah kepulauan. “Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi memastikan layanan pendidikan tetap hadir dan berkelanjutan di wilayah kepulauan,” tegasnya.

Selain sektor pendidikan formal, Kanwil Kemenag Maluku Utara juga meninjau pondok pesantren penerima bantuan inkubasi kemandirian tahun 2024. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha produktif berupa jasa penyewaan tenda dan tata rias pengantin yang dikelola pengurus pesantren.

“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Rombongan juga mengunjungi Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memastikan optimalisasi fasilitas dan kualitas layanan publik kepada masyarakat di wilayah kepulauan.

Menurut Amar Manaf, monitoring langsung merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan. “Di sinilah negara harus hadir lebih kuat dan memastikan setiap warga memperoleh layanan yang setara,” pungkasnya.

Melalui monitoring tersebut, Kanwil Kemenag Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam mengawal implementasi program prioritas nasional agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Related posts