Arsenal sedang dalam performa terbaiknya musim ini. Mereka hampir memastikan satu gelar penting setelah berhasil melaju ke final Liga Champions. Kemenangan yang diraih Arsenal di semifinal leg kedua membuat mereka menembus babak puncak kompetisi antarklub terbesar di Eropa.
Hasil tersebut diraih setelah The Gunners mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 di Stadion Emirates dini hari tadi (6/5) WIB. Gol tunggal yang dicetak oleh Bukayo Saka menjadi penentu kemenangan agregat 2-1, karena pada leg pertama di Madrid, kedua tim bermain imbang 1-1.
Ini adalah kali kedua dalam 20 tahun Arsenal berhasil mencapai final Liga Champions. Terakhir kali mereka melaju ke partai puncak adalah pada musim 2005/2006, saat masih diperkuat oleh pemain-pemain hebat seperti Thierry Henry, Sol Campbell, dan Jens Lehmann.
Keberhasilan Arsenal meraih tiket final langsung ditandai dengan euforia dari para pemain. Salah satu bintang The Gunners, Declan Rice, bahkan menyebut suasana ruang ganti timnya menjadi kacau akibat perayaan yang berlangsung.
”Suasana ruang ganti kacau! Saya rasa Anda tidak bisa meremehkan apa yang telah kami capai di Liga Champions hingga saat ini,” ujar Rice seperti dikutip dari akun YouTube Amazon Prime.
Rice menilai wajar jika para rekan-rekannya merayakan kelolosan tersebut, mengingat mencapai final Liga Champions bukanlah hal mudah. Meski begitu, dia tetap meminta rekan-rekannya untuk tidak terlalu larut dalam euforia.
”Saya pikir kami berhak merayakan momen ini. Ini adalah kompetisi paling bergengsi di sepakbola antarklub Eropa. Kami hanya mencoba menikmati semuanya,” tambahnya.
Pemain Timnas Inggris itu juga menegaskan bahwa seluruh elemen dalam tim benar-benar mempertaruhkan segalanya untuk bisa melaju ke final UCL. Hal ini terlihat dari fokus yang harus dibagi antara persaingan di Liga Inggris dan Liga Champions.
”Kami tahu apa yang dipertaruhkan sebelum pertandingan. Jika Anda tidak bisa bersemangat untuk itu, Anda tidak bisa bersemangat untuk pertandingan sepak bola apa pun,” tegas Rice.
Dia sadar bahwa tantangan ke depan akan semakin berat, karena Arsenal harus menjaga kondisi dan fokus untuk meraih dua gelar yang tersisa musim ini, yaitu Liga Inggris dan Liga Champions.
”Kami akan terus memperjuangkan untuk meraih juara, dan juga tetap fokus, walaupun kami juga tahu ini akan berjalan sangat berat hingga akhir musim,” ujar Rice.
Declan Rice tampil luar biasa dalam laga dini hari (6/5) tadi. Mengutip dari Sofascore, dia mencatatkan nilai 7,8 atau yang tertinggi di antara para pemain Arsenal lainnya.
Ia menjadi motor serangan di lini tengah The Gunners, dengan mencatatkan dua umpan kunci, dua umpan crossing akurat, dan angka ekspektasi assist sebesar 0,07. Selain itu, prosentase akurasi passingnya berada di angka 90 persen, dan akurasi umpan lambung 63 persen.
Rice juga cukup aktif dalam membantu pertahanan sebagai gelandang bertahan. Dia mencatatkan angka enam dalam hal kontribusi bertahan, memenangkan satu tekel sukses, satu intersep, tiga kali recovery bola, dan unggul lima kali duel darat.
Kini Rice dan rekan-rekannya tinggal menunggu siapa lawan yang akan mereka hadapi di final, antara Bayern Munich atau PSG yang baru bertanding dini hari besok WIB. Yang pasti, kedua tim tersebut merupakan unggulan juara mengingat materi pemain yang diisi oleh para bintang.






