PO ALS Tangerang Pastikan Tak Ada Penumpang Jakarta di Bus Maut Muratara

PO ALS Tangerang Pastikan Tak Ada Penumpang Jakarta di Bus Maut Muratara

PO ALS Tangerang Pastikan Tidak Ada Penumpang dari Jakarta dan Tangerang di Bus ALS 346 yang Kecelakaan

PO ALS Tangerang telah memastikan bahwa tidak ada penumpang dari Jakarta dan Tangerang yang menjadi korban dalam kecelakaan bus ALS 346 yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Bus tersebut berangkat dari Semarang menuju Medan dan hanya membawa penumpang dari wilayah Jawa Tengah.

Pengelola Loket PO ALS Tangerang Mengonfirmasi

Kepala PO Bus ALS Tangerang, Sofyan Siregar, menjelaskan bahwa bus dengan nomor kendaraan 346 yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera berangkat dari Semarang dengan tujuan akhir Medan, Sumatra Utara. Ia menegaskan bahwa bus tersebut tidak melewati kota-kota seperti Jakarta atau Tangerang.

“Bus ALS yang mengalami kecelakaan di Muratara tadi siang berangkat dari Semarang dengan tujuan akhir Medan, Sumatra Utara,” ujar Sofyan saat dikonfirmasi oleh TribunTangerang.com.

Rute Perjalanan Bus ALS 346

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bus yang berangkat dari Semarang menuju Medan hanya mengangkut penumpang dari loket yang ada di sekitar Provinsi Jawa Tengah seperti Pati dan Tegal. Pasalnya, kendaraan Antar Lintas Antar Provinsi (AKAP) yang mengalami insiden kecelakaan maut hingga menewaskan 16 orang tersebut berangkat dari agen yang ada di Jalan Raya Kaligawe KM 5, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Setelah semua penumpang diangkut dari tempat perhentian, ALS akan langsung menuju Pelabuhan Merak, Banten melalui jalur tol tanpa melewati jalan arteri kembali. “Kalau pemberangkatan Semarang, busnya itu enggak ke Jakarta lagi karena langsung masuk tol dari Semarang ke Merak untuk masuk ke jalur lintas Sumatera,” tambahnya.

Pernyataan untuk Masyarakat

Ia juga meminta masyarakat yang baru saja memberangkatkan keluarganya menggunakan bus ALS dari Tangerang dalam beberapa hari terakhir agar tidak khawatir. Khusus untuk penumpang bus yang naik dari loket di Jabodetabek diharapkan rajin memberi kabar terbaru kepada keluarga akan kondisi selama dalam perjalanan.

“Dipastikan enggak penumpang dari Jakarta atau Tangerang yang menjadi korban kecelakaan tersebut karena busnya bukan berangkat dari loket ALS Tanah Tinggi,” terangnya.

Kronologi Kecelakaan Bus ALS 346

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunTangerang.com, kecelakaan terjadi sekira pukul 12.39 WIB. Kronologi berawal ketika bus ALS 346 melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, diduga muncul percikan api dari bagian bus. Pengemudi kemudian berusaha mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Akan tetapi dari arah berlawanan melaju sebuah truk tangki bermuatan BBM dengan kecepatan tinggi. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan frontal tak terhindarkan. Benturan keras tersebut langsung memicu kobaran api hebat dan langsung melahap bus, truk tangki, hingga satu sepeda motor yang berada di sekitar lokasi kejadian dalam hitungan menit.

“Jadi posisi kecelakaannya itu adu banteng, maksudnya dua kendaraan dari arah berlawanan tabrakan bagian depan mobilnya,” ucap salah seorang naramsuber TribunTangerang.com yang enggan disebutkan namanya.

Korban dan Evakuasi

Akibat peristiwa nahas tersebut sebanyak 16 orang meninggal dunia yang terdiri dari 14 penumpang bus ALS, satu sopir truk tangki dan satu kenek truk tangki. Seluruh korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke RS Siti Aisyiah Lubuklinggau untuk proses identifikasi.

Sementara empat korban lainnya berhasil selamat, meski dalam kondisi luka, tiga di antaranya mengalami luka bakar serius, sedangkan satu korban mengalami luka ringan dan tengah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

“Informasi yang kami dapat ada 20 penumpang yang ada di dalam bus saat kecelakaang berlangsung, termasuk supir dan kenek dari bus ALS itu sendiri,” kata dia.


Related posts