Cegah DBD dengan Fogging di Krangkeng

Cegah DBD dengan Fogging di Krangkeng

Upaya Pencegahan DBD di Desa Srengseng, Indramayu

Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), pihak berwenang dan masyarakat di Kabupaten Indramayu terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyemprotan fogging atau pengasapan di lingkungan permukiman warga, khususnya di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dari Puskesmas Krangkeng bersama aparat kewilayahan sebagai bagian dari strategi antisipatif untuk mengurangi risiko penyebaran nyamuk penyebab DBD. Penyemprotan difokuskan pada Blok Bencirong RT 18 RW 06, yang merupakan salah satu area rawan penyebaran penyakit tersebut.

Selain petugas kesehatan, kegiatan ini juga melibatkan peran aktif dari TNI dan Polri. Babinsa setempat, Serka Muksin, serta Bhabinkamtibmas Aipda Demi S turut hadir dalam acara tersebut. Selain itu, partisipasi dari petugas P2BB, Ramada, operator fogging Irwandi, serta perangkat lingkungan seperti Ketua RW Walim dan Ketua RT Kojim juga sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh di area permukiman warga, termasuk saluran air, pekarangan rumah, serta titik-titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini bertujuan untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi penyebab utama DBD.

Babinsa Serka Muksin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Ia juga mengajak warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

“Fogging ini penting, tapi yang lebih utama adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti tidak membiarkan genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” ujarnya.

Selain fogging, warga juga diingatkan untuk rutin melakukan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air. Langkah ini dinilai efektif dalam memutus rantai penyebaran DBD.

Kegiatan penyemprotan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan situasi yang aman dan lancar. Warga pun menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan potensi penyebaran DBD di wilayah Desa Srengseng dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman. Sinergi lintas sektor seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit menular.

Langkah-Langkah Efektif dalam Pencegahan DBD

  • Menguras

    Masyarakat diimbau untuk rutin menguras bak mandi, ember, dan wadah lainnya yang bisa menampung air. Hal ini membantu mencegah perkembangbiakan nyamuk.

  • Menutup

    Menutup wadah-wadah yang tidak digunakan, seperti kaleng, botol, atau tempayan, dapat mencegah nyamuk betina bertelur di dalamnya.

  • Mengubur

    Barang bekas seperti ban, kaleng, dan benda lain yang tidak lagi digunakan harus dikubur atau dibuang agar tidak menjadi tempat penampungan air.

Peran Masyarakat dalam Pencegahan DBD

  • Menjaga Kebersihan Lingkungan

    Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sangat penting. Genangan air yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

  • Partisipasi dalam Gerakan 3M

    Setiap warga diminta untuk aktif dalam menjalankan gerakan 3M, karena langkah ini sangat efektif dalam mencegah penyebaran DBD.

  • Meningkatkan Kesadaran

    Diperlukan edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat tentang bahaya DBD dan cara-cara pencegahannya.

Related posts