Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mengundurkan Diri
Ade Armando, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mengumumkan pengunduran dirinya dari partai tersebut di tengah polemik yang melibatkan laporan dari 40 organisasi masyarakat. Keputusan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5).
“Tapi sebetulnya ada satu hal penting harus saya sampaikan melalui konferensi pers ini, saya mohon izin, yaitu melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya. Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Alasan Mundur: Lindungi PSI dari Dampak Polemik
Ade menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan karena konflik internal, melainkan untuk mencegah polemik yang menyeret namanya berdampak ke partai. Menurutnya, selama ini ia terlalu sering menjadi sasaran tembak akibat ucapan, komentar, dan kritiknya terhadap berbagai pihak.
“Masalahnya pada saat yang sama ternyata ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang menurut saya sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang atau menghancurkan PSI. Dan saya tidak terima itu,” jelasnya.
Bantah Tuduhan, Siap Hadapi Proses Hukum
Ade membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya, termasuk dugaan provokasi dan fitnah terhadap Jusuf Kalla. Ia menilai bahwa tidak ada satupun dari pelaporan tersebut yang bisa ia terima.
“Buat saya tidak ada satupun dari pelaporan tersebut yang bisa saya terima, yang saya anggap memang terjadi, itu bagi saya bahkan sebagian dari pernyataan itu adalah fitnah,” tuturnya. Meski demikian, ia menyatakan siap menghadapi proses hukum.
“Kalau saya dipanggil oleh polisi saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya,” kata dia.
Ingin Bebas Kritik Tanpa Bawa Nama Partai
Ade menyebut bahwa seluruh konten dan kritiknya, termasuk di kanal Cokro TV, merupakan pandangan pribadi dan tidak terkait dengan PSI. Ia menegaskan bahwa PSI bahkan tidak tahu bahwa ia membuat video tersebut.
“Ia menilai selama masih menjadi kader, setiap pernyataannya selalu dikaitkan dengan partai. Sehingga kalaupun saya sehabis acara ini misalnya masih melakukan kritik-kritik yang tidak bisa diterima oleh pihak mana pun, tolong jangan serang PSI-nya, PSI tidak tahu apa-apa soal ini,” tuturnya.
Laporan 40 Ormas ke Bareskrim
Sebelumnya, Persatuan Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama yang mengeklaim beranggotakan 40 organisasi melaporkan Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut berkaitan dengan unggahan video ceramah Jusuf Kalla yang dinilai tidak utuh dan menimbulkan salah persepsi di publik.
“Lembaga Bantuan Hukum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia dan Lembaga Bantuan Hukum Syarikat Islam beserta LBH Muhammadiyah, Hidayatullah, AFKN, dan organisasi-organisasi lainnya telah melaporkan tiga figur Ade Armando, lalu Permadi Arya, dan juga Grace Natalie,” kata Gurun Arisastra.
PSI Terima Mundurnya Ade
PSI menyatakan menerima pengunduran diri Ade setelah melalui diskusi internal. “Kemudian pada akhirnya Bang Ade menyatakan mengundurkan diri sebagai kader dan DPP PSI menerima pengunduran diri Bang Ade Armando sehingga sejak tadi malam jam 7, Bang Ade bukan lagi kader PSI,” kata Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali.
PSI menyebut keputusan ini diambil agar tidak membatasi kebebasan berpendapat Ade. “PSI tidak ingin membungkam mulut atau kebebasan berpendapat yang dimiliki oleh Bang Ade Armando,” ujarnya.
PSI Sebut Kehilangan Besar
Ahmad Ali menilai mundurnya Ade menjadi kehilangan besar bagi partai. “Semua itu tentunya kalau ditanya kepada kami ini adalah satu kehilangan yang sangat besar. Kami kehilangan satu tokoh pemikir,” ujarnya. Ia menyebut kritik-kritik Ade selama ini justru menjadi bagian penting dalam proses pertumbuhan PSI.






