Wali Kota Rahmad Mas’ud Pertimbangkan WFH Jadi Kebijakan Tetap di Balikpapan

Wali Kota Rahmad Mas’ud Pertimbangkan WFH Jadi Kebijakan Tetap di Balikpapan

Walikota Balikpapan Pimpin Apel dan Halal Bihalal di Awal Tahun Kerja

Di hari pertama kerja setelah libur Lebaran, Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, memimpin apel pagi yang dilengkapi dengan kegiatan halal bihalal bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN) di halaman Balaikota, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah Agus Budi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Irfan Taufik, serta Asisten I Pemerintahan Zulkifli, bersama para kepala OPD dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

Evaluasi Kebijakan WFH

Dalam sambutannya, Walikota Rahmad Mas’ud menyoroti kebijakan Work From Home (WFH) yang sebelumnya diterapkan menjelang libur Lebaran. Ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut akan dievaluasi untuk melihat kemungkinan kelanjutannya. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga efektivitas kerja, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengelola sumber daya secara efisien.

“Kemarin sebelum Lebaran kita anjurkan untuk menggandakan WFH. Ini juga bagian dari tanggung jawab kita kepada masyarakat,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berlaku bagi seluruh sektor, khususnya layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Unit pelayanan publik seperti puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta rumah sakit tetap diminta beroperasi normal guna memastikan pelayanan tidak terganggu.

“WFH ini diberlakukan bagi yang tidak melayani langsung masyarakat. Untuk pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Dampak Positif WFH

Lebih lanjut, Walikota Rahmad menilai bahwa penerapan WFH memberikan sejumlah dampak positif. Selain mampu menekan penggunaan listrik di lingkungan perkantoran, kebijakan ini juga dinilai memberikan manfaat sosial bagi para ASN, terutama dalam hal keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.

Ia menyoroti bahwa selama ini banyak pejabat, khususnya laki-laki, yang memiliki jam kerja padat dari pagi hingga sore, sehingga waktu bersama keluarga menjadi terbatas. Dengan adanya WFH, hal tersebut dapat diminimalkan.

“Dengan WFH, pegawai bisa lebih dekat dengan keluarga, bisa bertemu setiap hari. Saya pikir ini hal yang baik,” katanya.

Persiapan untuk Kajian Lanjutan

Meski demikian, Pemerintah Kota Balikpapan tidak serta-merta menetapkan kebijakan tersebut sebagai sistem permanen. Walikota Rahmad Masud menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum mengambil keputusan terkait kelanjutan pola kerja fleksibel tersebut.

“Apakah WFH ini akan dilanjutkan atau tidak, tentu akan kita pertimbangkan ke depan,” ujarnya.

Memperkuat Silaturahmi dan Komitmen ASN

Momentum halal bihalal ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat komitmen ASN dalam meningkatkan kinerja pasca libur Lebaran. Walikota Rahmad mengajak seluruh jajaran untuk kembali fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan semangat baru dan integritas yang tinggi.

“Setelah libur panjang, ini saatnya kita kembali bekerja dengan semangat baru, menjaga kekompakan, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tutupnya.


Related posts