Pada pertama kalinya dalam sejarah 165 tahun, tanda tangan seorang Presiden Amerika Serikat (AS) akan muncul di uang kertas dolar AS (USD) mulai musim semi ini. Dalam laporan terbaru, tanda tangan Presiden AS Donald Trump akan menjadi yang pertama kali dimuat di uang kertas AS.
Kementerian Keuangan AS mengungkapkan bahwa desain baru uang tersebut direncanakan untuk memperingati HUT ke-250 kemerdekaan AS. Selama 165 tahun terakhir, tanda tangan yang tercantum di uang USD adalah milik Bendahara Negara. Kini, tanda tangan Trump akan menggantikan posisi tersebut.
Uang kertas USD 100 dengan tanda tangan Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent akan dicetak pada bulan Juni. Uang kertas lainnya akan menyusul pada bulan-bulan berikutnya. Namun, proses distribusi uang kertas baru ini mungkin membutuhkan beberapa minggu sebelum akhirnya tersedia di bank-bank.
Sementara itu, Kementerian Keuangan masih memproduksi uang yang memuat tanda tangan Bendahara Negara sebelumnya, seperti Janet Yellen dan Lynn Malerba. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump dan sekutunya untuk melekatkan nama Trump di berbagai institusi, gedung, program pemerintah, kapal perang, dan koin.
Sebuah panel seni federal yang anggotanya ditunjuk oleh Trump pekan lalu menyetujui desain untuk koin emas peringatan dengan gambar Trump. Menurut Bessent, langkah ini merupakan bentuk pengakuan atas pencapaian negara dan presiden selama masa jabatan kedua Trump.
“Uang kertas dolar AS yang menyandang namanya adalah simbol kuat dari pencapaian bersejarah negara kita,” kata Bessent.
Upaya mencetak koin USD 1 Trump yang beredar menghadapi hambatan karena adanya undang-undang yang melarang penggunaan gambar individu yang masih hidup di koin AS. Undang-undang ini juga mengatur pencetakan uang Federal Reserve, memberi wewenang luas kepada Kementerian Keuangan untuk mengubah desain guna mencegah pemalsuan.
Undang-undang tersebut memaksa mempertahankan elemen-elemen tertentu, termasuk kalimat “In God We Trust” dan hanya memperbolehkan potret individu yang telah meninggal. Pejabat kementerian menjelaskan bahwa desain keseluruhan uang kertas tidak akan berubah, kecuali tanda tangan Trump yang akan menggantikan tanda tangan Bendahara Negara.
Contoh uang USD 100 dengan tanda tangan Trump belum tersedia. Sementara itu, Bendahara Negara sebelumnya, Lynn Malerba, menolak berkomentar tentang langkah pemerintah ini.
Sementara itu, Jovita Carranza, mantan Bendahara Negara di masa jabatan pertama Trump, menyebut langkah ini sebagai simbol ketahanan AS. Ia mengatakan: “Simbol kuat ketahanan Amerika, kekuatan abadi perusahaan swasta, dan janji kebesaran yang berkelanjutan.”
Bendahara Negara saat ini, Brandon Beach, yang namanya tidak muncul di desain uang baru, juga memberikan dukungan. Ia menilai Trump sebagai arsitek kebangkitan ekonomi zaman keemasan.






