Peristiwa Tenggelam di Pantai Timur Pangandaran
Seorang remaja berusia 14 tahun bernama Muhamad Lufti Padilah meninggal dunia setelah tenggelam akibat terseret arus laut di kawasan Cikidang, Blok Bulak Setra Pantai Timur Pangandaran, Jumat (27/3/2026) pagi. Kejadian ini terjadi saat korban sedang mencoba menolong saudaranya yang terjebak dalam arus.
Lufti ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 20.30 WIB di lokasi tidak jauh dari tempat kejadian. Meskipun sudah dalam kondisi meninggal dunia, tubuhnya masih utuh. Proses evakuasi dilakukan segera setelah penemuan tersebut.
Latar Belakang Korban
Muhamad Lufti Padilah adalah anak ketiga dari pasangan Hamdan (almarhum) dan Atin Solihatin (50). Ia tinggal di Dusun Kalapatiga RT 03 RW 08, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Sebelum kejadian, ia bersama saudaranya Azam sedang berada di area pantai.
Penyebab Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, Lufti mencoba menolong Azam yang terkena arus laut. Sayangnya, saat itu arus sangat kuat, sehingga Lufti juga ikut terseret. Akibatnya, ia tenggelam dan tidak berhasil diselamatkan. Sementara Azam berhasil selamat setelah terpental ke daratan.
Respons SAR Barakuda Pangandaran
Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, membenarkan bahwa korban telah ditemukan. “Korban ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 20.30 WIB. Malam itu juga langsung kami lakukan evakuasi,” ujar Sakio kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Sabtu (28/3/2026) pagi.
Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan profesional. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Pada hari yang sama, Sabtu pagi, Lufti dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Babakan.
Peristiwa Terjadi di Area Pantai
Peristiwa tersebut terjadi di Cikidang Blok Bulak Setra Pantai Timur Pangandaran, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi ini sering menjadi tempat aktivitas masyarakat, termasuk bermain air atau berwisata. Namun, kondisi cuaca dan arus laut dapat berubah secara tiba-tiba, sehingga mengancam keselamatan pengunjung.
Kondisi Arus Laut yang Berbahaya
Pantai Timur Pangandaran dikenal memiliki arus yang cukup deras, terutama pada musim tertentu. Banyak pengunjung tidak menyadari bahaya yang tersembunyi di balik keindahan alamnya. Oleh karena itu, penting bagi pengunjung untuk selalu waspada dan mematuhi aturan keselamatan yang berlaku.
Upaya Pencegahan dan Edukasi
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi tentang keselamatan di laut. Masyarakat, khususnya para remaja, perlu lebih waspada dan memahami risiko yang bisa terjadi saat berada di dekat air. Selain itu, pihak berwenang juga perlu meningkatkan sosialisasi dan pemasangan tanda peringatan di area rawan.
Kesimpulan
Peristiwa tenggelamnya Muhamad Lufti Padilah menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada dalam beraktivitas di sekitar laut. Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran berharga agar tidak terulang kembali.






