Persebaya vs Persita Tangerang, Fokus pada Mental Pemain Bernardo Tavares

Persebaya vs Persita Tangerang, Fokus pada Mental Pemain Bernardo Tavares

Persebaya Fokus Perbaiki Mentalitas Jelang Lawan Persita Tangerang

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah memperbaiki mentalitas pemain menjelang laga melawan Persita Tangerang. Kekalahan telak 5-1 dari Borneo FC menjadi evaluasi penting terkait performa dan kondisi psikologis pemain.

Laga Persebaya vs Persita Tangerang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4/2026). Sebelum pertandingan tersebut, Tavares menyebutkan bahwa mentalitas menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki. Keputusan untuk fokus pada mentalitas ini diambil setelah kekalahan besar dalam pertandingan terakhir.

“Kalah dengan skor 5-1 tidak mudah. Sebagai pelatih, saya merasa sangat buruk karena target saya setelah kalah dengan skor 1-0 atau 2-1 adalah agar keesokan harinya saya dapat segera berlatih dan segera bertanding,” ujar Tavares, Rabu (25/3/2026).

Namun, karena laga melawan Persita Tangerang akan digelar tanggal 4 April 2026, waktu yang cukup panjang setelah kekalahan membuat proses pemulihan mental pemain menjadi lebih rumit. Pelatih yang pernah membawa PSM Makassar juara Liga 1 ini mengakui bahwa mengembalikan mentalitas pemain bukanlah hal mudah.

Persebaya sebenarnya sedang dalam periode sulit sejak libur Lebaran. Dari lima laga terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan dan sekali imbang. Hal ini memperkuat kebutuhan untuk melakukan analisis mendalam terhadap kesalahan taktikal dan mental.

Analisis Video dan Pertemuan Tim

Tavares menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan analisis video pertandingan dan mengadakan pertemuan individu maupun tim untuk membahas hal-hal yang tidak berjalan baik. Ia menilai bahwa selain masalah teknis seperti umpan atau posisi, faktor mental juga menjadi penyebab utama kekalahan.

“Terkadang, bukan hanya umpan atau posisi, terkadang mentalitaslah yang menjadi masalah,” tambahnya.

Laga Lawan Borneo FC

Dalam pertandingan melawan Borneo FC, pemain Persebaya tidak tampil maksimal. Mereka sering kalah duel, lemah dalam transisi defensif dan ofensif. Padahal, situasi ini sudah disampaikan kepada pemain sebelum pertandingan.

Bahkan, proses gol Borneo FC juga telah dibicarakan sebelumnya. Menurut Tavares, pemain-pemain Borneo FC yang kuat dalam bola mati dan tembakan dari luar kotak penalti sudah diketahui sebelum laga. Namun, dalam pertandingan, kesalahan terjadi.

“Pemain-pemain inilah yang mencetak gol dan mereka mencetak gol sesuai dengan yang telah kita bicarakan,” ucapnya.

“Artinya, kami bekerja dengan baik dalam persiapan. Tetapi setelahnya, dalam pertandingan kami melakukan kesalahan. Sekarang, kita perlu memperbaiki ini,” pungkas Tavares.


Related posts