Perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22 akan Digelar Selama Dua Hari
Pemerintah Kabupaten Samosir telah memastikan bahwa perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22 akan diadakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 26 hingga 27 Februari 2026. Acara ini akan digelar di Segmen 5 Waterfront City Pangururan.
Ketua Panitia sekaligus Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir Tunggul Sinaga menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam perayaan kali ini adalah “Samosir Rumah Kita”. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat silaturahmi dan menciptakan rasa memiliki terhadap Samosir sebagai rumah bersama.
Perayaan ini juga merupakan bentuk rasa syukur dan kebanggaan atas penyelenggaraan pemerintahan selama ini. Tunggul Sinaga menambahkan bahwa keseluruhan anggaran kegiatan selama dua hari dialokasikan untuk pelestarian budaya serta promosi Samosir sebagai daerah wisata.
Tujuan utama dari upaya ini adalah menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Samosir, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM serta pengusaha homestay dan perhotelan.
Perubahan Jadwal Onan
Terkait polemik yang muncul setelah jadwal onan (pajak) yang biasanya digelar pada hari Rabu dimajukan ke hari Senin, Tunggul Sinaga menegaskan bahwa pergeseran jadwal tersebut merupakan hasil kesepakatan panitia setelah melalui pembahasan yang matang. Keputusan ini diambil sebagai opsi terbaik dari berbagai alternatif yang ada.
Panitia harus mempertimbangkan kesiapan lokasi, termasuk mobilisasi peralatan oleh EO, serta aspek kebersihan dan kenyamanan masyarakat. Jika onan tetap digelar pada hari Selasa atau Rabu, panitia dan EO tidak dapat menjamin kelancaran pemasangan peralatan maupun kebersihan lokasi, mengingat aktivitas truk pengangkut dan mobilisasi perlengkapan sudah dimulai sejak awal pekan.
Ia memohon agar isu tersebut tidak dibesar-besarkan, karena seluruh kebijakan yang diambil panitia bermuara pada kemajuan Kabupaten Samosir ke depan.
Persiapan dan Partisipasi UMKM
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Samosir, Ferdinand Sitanggang, mengakui adanya gejolak di kalangan pedagang. Namun, menurutnya, keputusan tersebut telah disosialisasikan melalui surat resmi perubahan jadwal onan. Ia memahami keluhan pedagang dan turut prihatin, tetapi pergeseran ini merupakan hasil rapat panitia. Semua opsi sudah dipertimbangkan, termasuk rencana pemindahan ke terminal, tetapi dinilai tidak memungkinkan.
Ferdinand menegaskan bahwa jika onan tetap dilaksanakan berdekatan dengan jadwal kegiatan, dikhawatirkan akan menghambat pemasangan panggung dan peralatan oleh EO serta menimbulkan persoalan kebersihan. Pihak EO meminta waktu. Jika onan digelar pada hari Selasa, panitia tidak bisa menjamin kebersihan dan kesiapan lokasi.
Pemkab Samosir memastikan tetap memberi ruang bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 25 stand disediakan khusus bagi UMKM dari berbagai sektor usaha. Dari sisi acara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, Tetty Naibaho, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai pada hari pertama dengan Festival Kuliner berupa talk show “Dali ni Horbo” (susu kerbau) dan naniura sebagai warisan budaya tak benda yang hampir punah.
Selain itu, akan digelar panggung apresiasi bagi siswa SD dan SMP, serta hiburan rakyat yang menampilkan band lokal seperti Family Voice, The Boys Trio dan Siantar Rap Foundation. Pada hari kedua, rangkaian acara diawali dengan kebaktian oikumenis sebagai ucapan syukur yang dihadiri undangan dari berbagai daerah di Sumatera Utara hingga pemerintah pusat.
Hiburan dan Kolaborasi Seni
Acara puncak akan diisi kolaborasi sanggar seni Samosir, penyalaan lilin dan pemotongan kue, sambutan, makan bersama masyarakat sesuai adat Batak, serta pemberian berbagai apresiasi, mulai dari CSR Bank Sumut, penyerahan piagam sponsor, penghargaan kepada pegiat budaya, penyerahan BKB Kit keluarga stunting, hingga penghargaan bagi pegiat andaliman dan kopi.
Lebih lanjut disebutkan, pada puncak perayaan tanggal 27 Februari akan dimeriahkan penampilan artis seperti Nauli Sister, D’Roha Voice, Nabasa Trio, Toton Cariboo, serta artis dari band nasional Ungu. Pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan peluncuran Horas Samosir Fiesta 2026 dengan berbagai agenda yang telah dirancang.
Tetty menegaskan bahwa kehadiran artis nasional merupakan strategi promosi pariwisata yang berdampak luas. Artis nasional menjadi magnet wisatawan. Dampaknya tidak hanya dirasakan UMKM, tetapi juga sektor akomodasi dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Target Pengunjung dan Partisipasi Media
Panitia menargetkan 4.000 hingga 5.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang melibatkan masyarakat secara langsung, sekaligus memperkuat citra Samosir sebagai destinasi wisata budaya dan alam unggulan di Sumatera Utara dan Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir Immanuel Sitanggang, berharap pers sebagai mitra pemerintah dapat mendukung dan berpartisipasi melalui pemberitaan yang positif. Ia berharap seluruh rekan media/ pers dapat mendukung kesuksesan perayaan Hari Jadi Samosir ke-22. Samosir adalah rumah kita, maka ia berharap seluruh pers dapat berpartisipasi dengan pemberitaan yang positif.






