YOGYAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan terkait potensi lonjakan kasus penyakit setelah libur Lebaran 2026. Tingginya mobilitas masyarakat, baik dari para pemudik maupun wisatawan, menjadi faktor utama yang dikhawatirkan dapat memicu penularan penyakit di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah menjelaskan bahwa interaksi antarindividu yang intens selama arus mudik dan balik meningkatkan risiko penularan.
“Jika ada orang yang sedang sakit, baik pendatang maupun warga lokal, potensi eskalasi penularan sangat besar. Hal ini bisa berdampak pada lonjakan kasus penyakit,” ujar Lana di Yogyakarta, Jumat (27/3).
Berdasarkan pemetaan Dinkes, terdapat dua kategori penyakit yang diprediksi akan meningkat, yaitu influenza varian berat (Super Flu), campak, dan Covid-19. Selain itu, penyakit lain seperti tuberkulosis, malaria, dan polio juga berpotensi mengalami peningkatan meskipun tidak secepat tiga penyakit tersebut.
Penyakit tidak menular juga rentan menyerang masyarakat karena perubahan pola hidup selama liburan. Lonjakan ini dipicu oleh perubahan pola makan yang drastis, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam serta kurangnya aktivitas fisik selama liburan.
Beberapa penyakit yang sering muncul antara lain hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi), asam urat, gangguan pencernaan (mag), risiko jantung dan stroke.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes Kota Yogyakarta telah menyiagakan Puskesmas dan Rumah Sakit untuk melakukan deteksi dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Selain pengawasan medis, masyarakat diminta untuk memperketat kembali protokol kesehatan mandiri.
Masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dengan rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan yang higienis, serta menggunakan masker saat sedang sakit.
Dinkes berharap masyarakat segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala yang tidak biasa agar penyebaran penyakit dapat ditekan sedini mungkin.






