Mudik Tangerang-Ponorogo, Sobur Lintasi Jalur Pantura Naik Sepeda

Mudik Tangerang-Ponorogo, Sobur Lintasi Jalur Pantura Naik Sepeda

Seorang Pemudik Tua yang Mengayuh Sepeda dari Tangerang ke Ponorogo

Di antara deru mesin kendaraan dan kepulan asap knalpot di jalur Pantura Indramayu, terlihat sesosok pria yang tampil berbeda. Ia adalah Sobur (57), seorang pemudik asal Tangerang yang memilih moda transportasi yang tidak biasa dibandingkan dengan kebanyakan pemudik lainnya.

Sobur memutuskan untuk menggunakan sepeda sebagai teman perjalanannya menuju kampung halamannya di Ponorogo, Jawa Timur. Perjalanan ini membutuhkan kekuatan betis dan ketahanan fisik yang luar biasa, mengingat jaraknya mencapai sekitar 695 kilometer dari tanah rantau di Tangerang, Banten. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, ia tetap semangat dalam menjalani perjalanan ini.

Terik matahari tampak menyapa setiap pemudik yang melintasi Jalur Pantura Indramayu saat Sobur memutuskan untuk menepi di Rest Area UPPKB Losarang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Ia yang mengenakan baju biru lengan panjang tersebut langsung menuju layanan pemeriksaan kesehatan sebelum memutuskan untuk beristirahat sejenak di Rest Area UPPKB Losarang.

Keringat yang terlihat membasahi kaus yang dikenakan Sobur seolah bercerita tentang beratnya perjuangan yang ditempuh, meski napasnya teratur dan wajahnya tetap tersenyum. “Alhamdulillah, fasilitas di Rest Area UPPKB Losarang ini sangat lengkap, sehingga saya bisa memeriksa kondisi kesehatan secara gratis kemudian pijat untuk melepas lelah,” kata Sobur saat ditemui di Rest Area UPPKB Jembatan Timbang Losarang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (20/3/2026).

Saat itu, ia pun meminta izin untuk bercerita tentang perjalanan mudiknya sambil merebahkan diri demi melemaskan otot maupun persendian yang bekerja keras selama menembus jalur Pantura. Sobur mengakui, setiap menit istirahat merupakan investasi keselamatan, karena perjuangannya untuk pulang kampung benar-benar hanya mengandalkan tenaga fisik yang kini tak muda lagi.

Semangatnya pun seolah tetap membara seperti teriknya matahari Pantura yang membuat wajahnya terlihat memerah, dan keberadaan Rest Area UPPKB Losarang cukup krusial bagi pemudik kloter fisik sepertinya. “Rest area ini sangat membantu sekali, khususnya bagi saya yang mudik memakai sepeda yang membutuhkan tenaga untuk mengayuhnya,” ujar Sobur.

Setelah beristirahat selama beberapa saat, ia pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Ponorogo, tetapi sebelum naik ke atas sadelnya ia sempat menyampaikan beberapa pesan. “Bagi teman-teman pemudik yang melintasi jalur Pantura Indramayu, dan ingin beristirahat silakan singgah di Rest Area UPPKB Losarang, karena fasilitasnya lengkap serta gratis,” kata Sobur.

Sobur pun langsung mengayuh sepedanya usai naik ke atas sadel, dan kayuhannya terasa seperti lebih ringan, serta tubuhnya pun lebih segar setelah beristirahat di Rest Area UPPKB Losarang. Sementara PIC Rest Area UPPKB Losarang, Sumadi, menyampaikan, berbagai fasilitas disediakan secara gratis bagi para pemudik, khususnya yang melintasi Jalur Pantura Indramayu.

Di antaranya, cek kesehatan gratis, pemeriksaan kendaraan, servis kendaraan gratis, tempat beristirahat bagi pemudik yang dilengkapi fasilitas pijat, hingga aneka makanan maupun minuman. “Rest area ini juga menyediakan fasilitas wifi, sehingga para pemudik dapat mengakses internet secara gratis untuk memberi kabar keluarga di kampung halaman,” ujar Sumadi.

Related posts