Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali Beroperasi
Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengumumkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan kembali beroperasi mulai Selasa, 31 Maret 2026. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh SPPG ini bertujuan untuk memastikan akses makanan bergizi bagi masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan balita.
Program MBG menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak dimulainya pelaksanaannya pada tahun 2025. Selain sebagai bagian dari janji kampanye besar, program ini juga direncanakan untuk mencakup lebih banyak kelompok masyarakat dalam pengembangannya. Dengan penyaluran MBG yang kembali dilakukan, BGN menekankan pentingnya menjalankan program secara profesional dan berintegritas.
Pengadaan Bahan Baku dan Insentif
Pengadaan bahan baku untuk setiap porsi MBG dialokasikan sebesar Rp 8.000 hingga Rp 10.000. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa pihaknya tidak segan memberikan sanksi tegas kepada mitra yang terbukti melakukan mark up harga bahan baku.
“Jika mitra melakukan mark up harga secara gila-gilaan dan menekan Kepala SPPG, pengawas gizi, serta pengawas keuangan, saya akan minta deputi Tauwas untuk suspend tanpa pemberian insentif karena termasuk pelanggaran berat,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Nanik menilai perilaku tersebut tidak hanya merugikan program, tetapi juga mencederai tujuan utama penyediaan layanan gizi bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa mitra yang sudah mendapatkan insentif seharusnya bekerja sesuai aturan, bukan justru mencari keuntungan berlebih.
“Saya minta agar tidak diberikan insentif juga karena mitra yang demikian tidak akan pernah puas. Sudah dikasih insentif, masih saja nakal mark up harga bahan baku,” tegas Nanik lagi.
Sanksi Suspend dan Perbaikan
BGN akan menjatuhkan sanksi suspend selama satu minggu kepada mitra yang terbukti melanggar. Masa tersebut dimaksudkan sebagai kesempatan bagi mitra untuk melakukan perbaikan dan menyatakan komitmen.
“Kita suspend satu minggu sampai mereka membuat pernyataan tidak mark up harga dan tidak monopoli menjadi supplier sendiri. Itu pelanggaran berat,” kata Nanik.
BGN berharap peringatan ini menjadi perhatian serius bagi seluruh mitra, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran seiring dimulainya operasional SPPG pada akhir Maret 2026 ini.
Pentingnya Integritas dalam Pelaksanaan Program
Program MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab BGN, tetapi juga melibatkan banyak mitra yang terlibat dalam pengadaan bahan baku dan distribusi makanan. Oleh karena itu, BGN menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap langkah yang diambil.
Dengan adanya sanksi yang jelas dan tegas, BGN berharap semua pihak yang terlibat dalam program ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai aturan. Hal ini akan membantu menjaga kualitas program dan memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.






