BANTENMEDIA, JAKARTA — Perkembangan teknologi audio nirkabel terus mengalami peningkatan pesat. Salah satu perangkat yang semakin populer adalah True Wireless Stereo (TWS). Tren ini dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang tinggi dan kebutuhan akan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.
Di tengah berbagai pilihan produk di pasar, konsumen disarankan untuk lebih selektif dalam memilih perangkat sesuai kebutuhan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan fungsi, tetapi juga aspek kesehatan pendengaran. Tech reviewer audio, Fernanda Gunsan, menjelaskan bahwa langkah awal dalam memilih earbuds adalah memahami kebutuhan penggunaan.
Menurutnya, preferensi konsumen biasanya terbagi berdasarkan aktivitas mereka. Beberapa contoh aktivitas meliputi olahraga, perjalanan harian, atau penggunaan sehari-hari. “Rata-rata orang membeli berdasarkan kebutuhan dulu. Ada yang untuk olahraga, commute, atau sehari-hari,” ujarnya.
Fernanda menambahkan bahwa saat ini diferensiasi fitur pada TWS semakin jelas. Untuk aktivitas luar ruang, misalnya, earbuds dengan desain terbuka atau clip-on dinilai lebih cocok karena memungkinkan pengguna tetap menyadari suara di sekitar. Sementara itu, untuk aktivitas dalam ruangan seperti di pusat kebugaran, perangkat dengan fitur active noise cancellation (ANC) lebih efektif meredam kebisingan sehingga pengguna dapat fokus pada audio pribadi.
Selain fungsi, kenyamanan penggunaan juga menjadi pertimbangan utama. Material, ukuran eartips, serta desain bodi earbuds sangat memengaruhi kenyamanan. Mayoritas produsen menyediakan beberapa ukuran eartips, mulai dari XS hingga L, guna menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pemilihan eartips yang tidak tepat dapat berdampak langsung pada kualitas audio.
“Kalau salah pilih eartips, biasanya bass-nya hilang. Suaranya jadi tipis, dominan treble. Selain itu, kalau sealing-nya tidak pas, noise cancellation juga jadi tembus,” jelas Fernanda. Oleh karena itu, pengguna disarankan mencoba berbagai ukuran eartips untuk mendapatkan hasil optimal. Sealing yang baik tidak hanya meningkatkan kualitas suara, tetapi juga memaksimalkan kinerja fitur ANC.
Fitur ANC dinilai tidak hanya berfungsi meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan pendengaran. Dengan kemampuan meredam suara bising dari luar, pengguna tidak perlu meningkatkan volume secara berlebihan. Tanpa fitur tersebut, pengguna cenderung menaikkan volume saat berada di lingkungan ramai seperti jalan raya atau kafe, yang berpotensi mempercepat gangguan pendengaran.
“Kalau sudah ada ANC, volume 50%–60% sebenarnya sudah cukup. Tidak perlu kencang-kencang untuk nutupin suara luar,” kata Fernanda. Dia juga menekankan pentingnya memperhatikan durasi penggunaan. Mengacu pada panduan World Health Organization (WHO), terdapat tiga aspek utama yang perlu diperhatikan, yakni lama pemakaian, tingkat volume, dan frekuensi penggunaan harian.
Fernanda menyarankan pengguna untuk memberi jeda setiap satu jam pemakaian guna mengurangi risiko kelelahan pada telinga. “Sejam pakai, lalu copot sebentar untuk istirahat. Nanti kalau mau fokus lagi, baru pakai lagi,” ujarnya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi bluetooth dan efisiensi baterai terus mendorong minat masyarakat terhadap TWS. Dia memperkirakan segmen harga di bawah Rp1 juta masih akan mendominasi pasar. Sementara itu, pada segmen premium, sejumlah merek global seperti Sony, Bose, Sennheiser, serta AirPods dari Apple tetap menjadi pilihan konsumen yang mengutamakan kualitas suara dan fitur ANC.
Menurutnya, persaingan di segmen ini semakin mengarah pada inovasi teknologi, seperti ANC adaptif hingga integrasi fitur kesehatan. “AirPods itu biasanya sudah mulai masuk ke ranah health, jadi mereka bisa deteksi heartbeat, terus juga noise cancellation-nya benar-benar adaptif. Kalau Bose sama Sony biasanya saing-saingan di noise cancellation dan sound quality,” jelas Fernanda.
Adapun untuk produk TWS dengan harga murah yang banyak beredar di marketplace, Fernanda menilai risiko utama lebih pada kualitas audio dan ketahanan perangkat, bukan aspek keselamatan. Kendati demikian, pengguna tetap disarankan memperhatikan aspek keamanan dasar, seperti menggunakan charger yang sesuai, memastikan instalasi listrik memiliki grounding yang baik, serta memanfaatkan layanan purna jual resmi yang tersedia, terutama di kota-kota besar.






