Masjid Al-Aqsha De Latinos BSD City, Tangerang Selatan, mengadakan salat Idul Fitri dua kali pada tahun ini. Kebijakan ini diambil untuk memfasilitasi perbedaan waktu perayaan Idul Fitri antara jemaah yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah dan pemerintah.
Muhammadiyah menetapkan Lebaran jatuh pada hari ini, Jumat (20/3). Sementara itu, pemerintah menetapkan Lebaran jatuh pada Sabtu (21/3).
Pengurus Ummahat/Biro Masjid Al-Aqsha BSD City, Imelda, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan jemaah yang beragam, khususnya di wilayah BSD dan sekitarnya.
“Di sini kami memfasilitasi bukan hanya warga De Latinos saja, tetapi juga warga sekitar Serpong. Apalagi kalau Salat Id terjadi dua kali, untuk yang ikut Muhammadiyah atau yang ikut pemerintah,” kata Imelda saat ditemui di lokasi, Jumat (20/3).
Ia menambahkan bahwa jika jadwal salat Id antara Muhammadiyah dan pemerintah bertepatan, pelaksanaan biasanya dipusatkan di lapangan. Namun, jika berbeda hari, salat Id dilaksanakan dua kali di lokasi berbeda.
“Kalau bersamaan, biasanya kita adakan di lapangan. Tapi kalau salat Id-nya itu dua kali, yang ikut Muhammadiyah diadakan di masjid, tapi insya Allah yang pemerintah kita adakan di lapangan besok,” ujarnya.
Imelda menuturkan, keputusan tersebut diambil untuk menampung jemaah yang tidak mendapatkan tempat ibadah di wilayah sekitar. Ia menyebut, tidak banyak masjid di kawasan BSD yang menggelar salat Id dua kali.
“Untuk menampung jemaah yang mengikuti Muhammadiyah, karena kayaknya di sekitar BSD itu tidak ada yang mengadakan salat Id dua kali, kayaknya agak jarang ya,” katanya.
Pada pelaksanaan salat Id pertama, jumlah jemaah yang hadir membludak hingga memenuhi seluruh area masjid. Imelda memperkirakan total jemaah mencapai sekitar dua ribu orang.
“Masjid lantai satu penuh, lantai dua penuh, selasar penuh, bahkan ruang samping dan bawah juga penuh. Mungkin totalnya sekitar dua ribu jemaah,” ujarnya.
Ia juga menyebut banyak jemaah datang dari luar kawasan perumahan De Latinos, seperti dari Ciater dan Cisauk.
Adapun pelaksanaan salat Idul Fitri hari ini dipimpin oleh Imam Syaikh Waleed Al Hafidz, dengan khotbah disampaikan oleh Ustaz Fahri Salim.
Sementara, pada Sabtu (21/3), Ustadz Muh Ihsan Ashari akan menjadi Imam salat, dan Ustaz Farid Okbah selaku Khotib. Pelaksanaan salat di masjid ini terbuka untuk umum.
Fasilitas untuk Beragam Perayaan
Masjid Al-Aqsha De Latinos BSD City memberikan fasilitas yang fleksibel untuk semua jemaah. Dengan melakukan salat Id dua kali, masjid ini membantu masyarakat yang memiliki perbedaan pendapat dalam menentukan tanggal Lebaran.
Beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan penentuan tanggal Lebaran adalah perbedaan metode pengamatan hilal. Muhammadiyah cenderung menggunakan metode ilmiah dan teknologi, sedangkan pemerintah lebih mengandalkan hasil pengamatan langsung.
Dengan adanya dua kali pelaksanaan salat Id, jemaah bisa memilih sesuai dengan keyakinan mereka tanpa harus repot mencari tempat lain. Hal ini juga menunjukkan kesadaran masjid untuk menerima keragaman dalam masyarakat.
Antusiasme Jemaah
Antusiasme jemaah sangat tinggi, terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar dua ribu orang. Pemenuhan seluruh area masjid menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat.
Banyak jemaah yang datang dari daerah sekitar, seperti Ciater dan Cisauk, menunjukkan bahwa masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah bagi warga De Latinos, tetapi juga bagi masyarakat luas di sekitar BSD.
Peran Imam dan Khotib
Pelaksanaan salat Id dilakukan oleh para imam dan khotib yang telah dipilih secara tepat. Untuk salat Id pertama, Imam Syaikh Waleed Al Hafidz memimpin, sementara Ustaz Fahri Salim menyampaikan khotbah.
Pada salat Id kedua, Ustadz Muh Ihsan Ashari menjadi imam, dan Ustaz Farid Okbah sebagai khotib. Kehadiran tokoh-tokoh religius ini menambah kualitas pelaksanaan salat Id.
Kesimpulan
Salat Idul Fitri dua kali di Masjid Al-Aqsha De Latinos BSD City merupakan bentuk kepedulian terhadap keragaman masyarakat. Dengan memfasilitasi perbedaan pandangan tentang tanggal Lebaran, masjid ini menunjukkan komitmen untuk memberikan layanan yang inklusif.
Selain itu, antusiasme jemaah dan partisipasi tokoh-tokoh religius menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan.






