Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Anak Sekolah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif penting dalam memastikan kesehatan dan pertumbuhan optimal anak-anak di Indonesia. Berdasarkan kebijakan terbaru, anak sekolah yang bersekolah lima hari dalam seminggu akan menerima MBG sesuai dengan jumlah hari sekolah, yaitu lima hari.
Namun, untuk daerah-daerah yang termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) serta wilayah dengan tingkat stunting yang tinggi, kebijakan khusus diterapkan. Dalam hal ini, MBG tetap disalurkan pada hari Sabtu, meskipun tidak ada aktivitas belajar mengajar. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa asupan gizi anak tetap terpenuhi setiap hari.
“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Kepala Badan Nutrisi dan Gizi (BGN), Dadan Hindayana, di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Pendataan yang Akurat untuk Menentukan Wilayah Prioritas
BGN menekankan pentingnya pendataan yang cermat dalam menentukan daerah-daerah yang berhak menerima kebijakan khusus ini. Data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, menjadi acuan utama dalam menetapkan wilayah prioritas intervensi gizi, terutama di wilayah Timur Indonesia.
“Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran,” tambah Dadan.
Pendataan ini mencakup beberapa aspek, seperti jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting masing-masing wilayah. Provinsi di wilayah Timur, Sumatera, dan Papua menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting yang masih tinggi.
Pentingnya Integritas Data dalam Program MBG
Dadan menegaskan bahwa integritas data sangat penting dalam pelaksanaan program ini. “Program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” tegasnya.
Dengan kebijakan ini, BGN berharap seluruh anak sekolah, terutama yang berada di daerah 3T dan rawan stunting, tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup dan mendukung pertumbuhan optimal. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas hidup anak-anak di Indonesia.
Daftar Wilayah Prioritas
Beberapa wilayah yang menjadi prioritas dalam penerapan kebijakan MBG antara lain:
- Wilayah Timur Indonesia
- Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Provinsi Maluku
- Provinsi Papua
- Wilayah Sumatera
- Provinsi Aceh
- Provinsi Riau
- Provinsi Jambi
- Wilayah Papua
- Kabupaten Jayapura
- Kabupaten Mimika
- Kabupaten Merauke
Tindakan Lanjutan
Selain pendataan, BGN juga akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti dinas pendidikan dan kesehatan setempat, untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan efisien. Hal ini dilakukan agar semua anak sekolah, terutama yang tinggal di daerah 3T dan rawan stunting, bisa merasakan manfaat dari program MBG secara maksimal.






