BTN Memperkuat Peran di Sektor Perumahan dengan Program Mini MBA in Property
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat perannya di sektor perumahan dengan mencetak ratusan pengembang baru melalui Program Mini MBA in Property. Sejak diluncurkan pada 2016 hingga 2025, program ini telah melahirkan 863 pengembang baru di seluruh Indonesia.
Pada 2025 saja, BTN berhasil mencetak 71 pengembang baru dari tiga batch program, yakni Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Housing Finance Center (HFC) BTN dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.
Ciptakan Pengembang Kompeten dan Hadirkan Hunian Berkualitas
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan program tersebut dirancang untuk menciptakan pengembang kompeten yang mampu menghadirkan hunian berkualitas dan terjangkau. “Lulusan Mini MBA in Property tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga akses ke kredit konstruksi BTN, pembinaan UMKM di klaster perumahan, hingga business matching dengan pelaku usaha dalam ekosistem perumahan BTN,” ujar Hermita dikutip, Senin (30/3/2026).
Program ini menekankan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan agar para pengembang dapat memahami segala aspek dalam industri properti, mulai dari perencanaan, pemasaran, hingga manajemen proyek. Dengan demikian, lulusan program ini tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga kemampuan praktis untuk menjalankan bisnis perumahan secara efektif.
Setiap Rp1 Triliun Investasi di Sektor Perumahan Bisa Hasilkan 8 Ribu Lapangan Kerja
Menurutnya, sektor properti masih memiliki potensi besar seiring tingginya kebutuhan hunian, terutama di daerah. Dukungan pemerintah melalui berbagai skema pembiayaan dan subsidi juga menjadi katalis pertumbuhan sektor ini.
BTN menilai program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pengembang, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian. Sektor perumahan dikenal padat karya dan menyerap hingga 90 persen bahan baku lokal. “Setiap Rp1 triliun investasi di sektor perumahan dapat menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja,” tambah Hermita.
Dengan adanya program ini, BTN berharap bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan infrastruktur perumahan yang lebih baik. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan layak huni bagi masyarakat.
Kerja Sama Pembiayaan dan Pendanaan dengan BTN Senilai Rp35,3 Miliar
Dari sisi bisnis, kontribusi alumni program juga mulai terlihat. Sepanjang 2025, lulusan Mini MBA in Property mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi funding maupun lending.
Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada pengembangan kapasitas pengembang, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap bisnis BTN. Kemitraan yang terjalin antara alumni program dan BTN membuka peluang baru untuk pengembangan proyek perumahan yang lebih besar dan lebih berkelanjutan.
Ke depan, BTN akan terus mengembangkan program ini sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, yakni memperluas peran dari sekadar pembiayaan menjadi pembangunan ekosistem perumahan terintegrasi. BTN juga membuka pendaftaran Batch 25 yang dijadwalkan dimulai pada 11 April 2026 di Menara 2 BTN, Jakarta.






