BANTENMEDIA, JAKARTA — Tensi antara Iran dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) serta Israel semakin memanas. Sejumlah laporan menyebut bahwa AS telah mengirimkan sekitar 3.500 pasukannya ke kawasan Timur Tengah. Pengiriman ini menandai perkembangan baru dalam konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.
Menurut informasi dari Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM), kapal serbu amfibi USS Tripoli telah tiba di wilayah tersebut pada hari Sabtu (28/3/2026). Dalam pernyataannya, CENTCOM menyatakan bahwa para pelaut dan marinir AS yang berada di atas USS Tripoli (LHA 7) tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS pada tanggal 27 Maret. Kapal tersebut berfungsi sebagai kapal induk untuk Grup Siap Amfibi Tripoli/Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang terdiri dari sekitar 3.500 pelaut dan marinir, selain pesawat angkut dan pesawat tempur, serta aset serbu amfibi dan taktis.
Namun, pengerahan pasukan ini tampaknya bertentangan dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang memperpanjang tenggat waktu serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari. Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Teheran masih berjalan baik dan ia akan menunda serangan tersebut hingga Senin, 6 April 2026 pukul 20.00 waktu Timur. Ia juga menegaskan bahwa upaya perang AS berjalan lebih cepat dari jadwal.
Pernyataan Trump ini menjadi perpanjangan kedua sejak ancamannya pada Sabtu lalu untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan. Selain itu, ia menyebut bahwa operasi militer dapat berlangsung selama empat hingga enam pekan.
Laporan dari The Wall Street Journal mengungkap bahwa Departemen Pertahanan AS sedang mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah. Hal ini memberikan lebih banyak opsi bagi Trump dalam menghadapi situasi yang semakin rumit.
Trump juga menyampaikan bahwa Iran awalnya meminta penundaan tujuh hari, tetapi ia memberikan waktu 10 hari. Meski begitu, perpanjangan ini memberi waktu tambahan bagi AS untuk memperkuat posisi militer mereka.
Di pasar keuangan, saham-saham Asia melemah pada Jumat setelah penurunan di Wall Street. Sementara itu, harga minyak mentah Brent terkoreksi setelah sebelumnya melonjak pada perdagangan Kamis.
Sampai saat ini, belum jelas siapa yang sedang melakukan negosiasi dengan AS. Beberapa pejabat tinggi Iran telah tewas, sehingga memperumit proses komunikasi antara kedua belah pihak. Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran awalnya meminta penundaan tujuh hari, tetapi ia memberikan waktu 10 hari.






