Akses rusak, fasilitas memprihatinkan, kondisi Pantai Bagedur Lebak dan harapan wisatawan

Akses rusak, fasilitas memprihatinkan, kondisi Pantai Bagedur Lebak dan harapan wisatawan

Pantai Bagedur, Wisata Favorit di Lebak yang Menghadapi Berbagai Tantangan

Pantai Bagedur, yang terletak di Desa Sukamanah, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Banten, selalu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan. Lokasinya berada di wilayah Lebak Selatan dan menawarkan pemandangan yang menarik serta fasilitas yang cukup lengkap. Pantai ini tidak pernah sepi pengunjung, terutama saat musim liburan seperti tahun baru atau lebaran.

Pantai Bagedur memiliki garis pantai yang cukup panjang, sekitar 10 hingga 15 kilometer. Fasilitas utama yang tersedia adalah hamparan pasir yang luas, tanpa kerang, dan dataran ombak rendah. Jarak dari Alun-alun Rangkasbitung ke pantai ini sejauh 81,4 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,19 menit. Sementara jarak dari Alun-alun Malimping ke pantai Bagedur hanya sejauh 7,3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Sebelum memasuki area pantai, pengunjung akan melihat gapura pintu masuk bertuliskan “Selamat Datang di Pantai Bagedur”. Namun, saat tiba di lokasi, kondisi jalan menuju pantai masih menjadi perhatian serius. Sepanjang jalan menuju pantai, banyak ditemukan lubang-lubang besar yang mengganggu kenyamanan pengendara.

Jalan tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu aspal dan paving blok, namun keduanya mengalami kerusakan. Pengendara harus melewati jalan tersebut karena tidak ada alternatif lain. Setelah melewati pintu masuk, para pengunjung juga akan merasakan kembali jalan paving blok yang rusak. Di bagian akhir, pengunjung harus melewati jalan tanah dan bebatuan acak-acakan hingga mencapai pantai.

Pengunjung dapat masuk ke pantai dari dua arah, yakni Timur dan Barat. Dari dalam, pengunjung bisa melihat berbagai fasilitas dan warung-warung yang berjejer menghadap ke pantai. Namun, beberapa gazebo yang disediakan untuk duduk pengunjung di bagian Barat sudah rusak dan terlihat sampah berserakan.

Terdapat dua menara pemantauan di pantai Bagedur, tetapi kondisinya sangat memprihatinkan. Di pinggir pantai juga terdapat tembok penahan yang sebagian sudah ambrol dan tidak terawat.

Tanggapan Pengunjung

Salah satu pengunjung asal Banjarsari, Mulyadi Maryana, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju pantai Bagedur perlu diperbaiki. Menurutnya, jalan dari pintu utama hingga ke pantai banyak yang bolong-bolong.

“Harus diperbaiki, dari akses pintu utama sampai ke pantai banyak yang bolong-bolong,” katanya.

Sementara itu, seorang warga Sukamanah yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pantai Bagedur dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sukamanah. Meskipun dikelola oleh BumDes, pengelola tetap membayar retribusi kepada pemerintah daerah (Pemda) Lebak sebesar Rp65 juta setahun.

“Dikelola sama BumDes, katanya setor Rp65 juta satu tahun,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa fasilitas pantai Bagedur pernah dibangun oleh Pemda Lebak pada tahun 2022. Namun, ia mengkritik bahwa pengelola tidak transparan kepada masyarakat meskipun dikelola oleh BumDes.

BANTENMEDIA telah berusaha mengkonfirmasi pihak pengelola wisata pantai Bagedur, Kades Sukamanah, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, namun belum mendapatkan jawaban hingga saat ini. Hal ini menunjukkan adanya ketidakjelasan dalam pengelolaan dan komunikasi antara pengelola dan masyarakat.

Related posts