Pengungsi dari Moskona Utara Jauh Dipulangkan Setelah Lima Bulan Mengungsi
Sebanyak 21 warga dari Distrik Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni, akhirnya dapat dipulangkan setelah mengungsi selama lebih dari lima bulan. Mereka sempat bertahan hidup di hutan sebelum akhirnya berjalan kaki hingga ke Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Pemulangan mereka dilakukan pada 29 Maret 2026 menggunakan KM Fajar Indah II, setelah melalui koordinasi lintas instansi.
Awal Konflik dan Kebijakan Evakuasi
Konflik bersenjata antara TNI/Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Barat (TPNB) terjadi di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, Teluk Bintuni, pada 12 Oktober 2025. Peristiwa tersebut memicu kepanikan di kalangan warga. Beberapa dari mereka memilih untuk lari ke kota, sementara yang lain masuk ke dalam hutan.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Moskona Utara Jauh, Markus Frasa, sebagian besar warga telah dievakuasi sebelumnya. Namun, 21 orang yang tersisa baru bisa dijemput setelah bertahan selama lima bulan di hutan.
Perjalanan Berat Menuju Maybrat
Markus Frasa menjelaskan bahwa para pengungsi sempat melakukan perjalanan panjang dari Teluk Bintuni hingga ke Kabupaten Maybrat. Mereka memilih untuk berjalan karena merasa tidak nyaman dan tidak mampu bertahan di hutan lagi.
“Puji Tuhan, pemerintah setempat menerima mereka dengan baik dan membantu membawa mereka ke Sorong (Papua Barat Daya),” ujar Markus Frasa.
Setelah menerima informasi tersebut, Pemkab Teluk Bintuni langsung mengirimkan tim untuk menjemput para pengungsi di Sorong. Semua biaya transportasi difasilitasi oleh pemerintah daerah.
Penanganan Pengungsi oleh Pemerintah
Yunis Menci dari Kesbangpol Teluk Bintuni menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal para pengungsi selama masa penampungan sementara. Mereka akan ditempatkan di pengungsian di Kampung Lama. Selain itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
Para pengungsi diharapkan dapat segera kembali ke kampung halaman mereka jika situasi keamanan di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh dinyatakan kondusif.
Pengalaman Hidup di Hutan
Salah satu pengungsi, Maikel Syama, menceritakan pengalaman hidup di hutan. Ia mengaku bersama rombongan hanya mengandalkan sagu sebagai sumber makanan. Meskipun tidak mengalami gangguan, mereka merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk berjalan menuju Maybrat selama kurang lebih satu bulan.
Selama perjalanan, mereka bertahan dengan memasak sagu yang dibawa. Para pengungsi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, terutama terkait pemulihan kondisi mereka dan kepastian keamanan agar dapat kembali menjalani kehidupan normal di kampung halaman.






