Serangan drone Rusia terhadap kota Odesa, Ukraina, telah mengakibatkan kerusakan serius pada sebuah bangunan tempat tinggal. Dalam insiden tersebut, seorang perempuan tewas di dalam bangunan itu.
Peristiwa ini dilaporkan oleh gubernur wilayah selatan Ukraina, Oleg Kiper, pada hari Sabtu (14/2). Ia menyampaikan bahwa api yang muncul akibat serangan cepat dipadamkan oleh petugas penyelamat. Namun, sayangnya, satu korban jiwa tercatat dalam kejadian tersebut.
“Api dengan cepat dipadamkan oleh petugas penyelamat. Sayangnya, seorang wanita tewas dalam serangan itu,” tulis Oleg Kiper di Telegram, seperti dikutip dari AFP.
Ia juga menambahkan rasa belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat korban. Selain itu, ledakan dari serangan drone tersebut juga merusak jendela-jendela di sekitar bangunan yang diserang.
Di wilayah lain, khususnya di timur laut wilayah pelabuhan Laut Hitam, serangan udara di Zaporizhzhia dalam 24 jam terakhir menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai tiga orang lainnya. Hal ini diungkapkan oleh kepala militer regional, Ivan Fedorov.
Menurutnya, selama periode 24 jam terakhir, para penyerang melakukan total 655 serangan terhadap 41 permukiman di wilayah Zaporizhzhia. Angka ini menunjukkan intensitas serangan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Serangan mematikan terbaru ini terjadi tepat saat para pemimpin AS dan Eropa, serta diplomat dan pejabat pertahanan, berkumpul dalam KTT tingkat tinggi di Munich. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mencari solusi damai guna mengakhiri konflik di Ukraina.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah topik penting dibahas, termasuk negosiasi dengan Rusia dan dukungan lebih lanjut untuk Ukraina, terutama dalam hal bantuan militer. Sebuah sumber pemerintah Jerman menyebutkan bahwa Kanselir Friedrich Merz dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas isu-isu ini secara langsung.
Pembahasan ini menunjukkan bahwa komunitas internasional tetap berkomitmen untuk mendukung Ukraina dalam upaya menjaga kedaulatannya dan mencegah penyebaran konflik yang lebih luas.
Selain itu, KTT ini juga menjadi momentum bagi negara-negara untuk mengevaluasi langkah-langkah yang dapat diambil guna memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Beberapa negara Eropa dan AS tampaknya ingin menekankan pentingnya koordinasi antarnegara dalam menghadapi ancaman yang datang dari Rusia. Dengan demikian, diperlukan strategi yang lebih efektif dan kolaboratif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi Ukraina saat ini.
Seiring dengan perkembangan situasi, masyarakat internasional terus memantau kondisi di Ukraina dan siap memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dengan adanya pertemuan seperti ini, harapan besar diarahkan agar bisa segera tercapai solusi yang adil dan berkelanjutan.






