Masa Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak Genap Satu Tahun
Pada tanggal 20 Februari 2026, masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lebak, Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah, genap satu tahun. Perayaan ini dilakukan setelah keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal yang sama di Jakarta, tepat menjelang bulan Ramadhan.
Dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 lalu, pasangan Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah diusung oleh enam partai politik, yaitu PKB, Golkar, PPP, PDIP, Demokrat, dan Perindo. Pada Pilkada tersebut, terdapat tiga pasangan calon yang bersaing.
Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah berhasil meraih perolehan suara sah sebanyak 330.126 suara. Sementara itu, Dede Supriyadi-Virnie Syafitri meraih 132.213 suara, dan Sanuji Pentamarta-Dita Fajar Bayhaqi mendapatkan 193.237 suara.
Prestasi yang Diraih Selama Setahun
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengklaim beberapa prestasi yang telah dicapai selama satu tahun bekerja bersama Bupati Hasbi Jayabaya. Beberapa indikator penting menunjukkan peningkatan:
- Kemiskinan menurun dari 8,4 persen pada tahun 2024 menjadi 8,03 persen pada tahun 2025.
- Indeks gini ratio turun dari 0,257 pada tahun 2024 menjadi 0,235 di tahun 2025.
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 68,33 pada tahun 2024 menjadi 69,24 di tahun 2025.
- Indeks infrastruktur wilayah meningkat dari 66,63 pada tahun 2024 menjadi 66,91 di tahun 2025.
- Indeks kualitas lingkungan hidup naik dari 60,27 pada tahun 2024 menjadi 72,54 di tahun 2025.
- Indeks ketahanan pangan meningkat dari 72,76 pada tahun 2024 menjadi 75,16 di tahun 2025.
Masih Ada PR yang Harus Diselesaikan
Meskipun memiliki beberapa pencapaian, Amir Hamzah mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan selama lima tahun ke depan. Salah satunya adalah infrastruktur jalan desa yang masih dalam kondisi rusak. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dialami Pemerintah Kabupaten Lebak.
“PR saat ini banyak, jalan-jalan desa yang rusak dan perlu segera penanganan. Tapi keterbatasan anggaran, membuat kami harus fokus dan pintar membagi prioritas,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, Pemkab Lebak telah menganggarkan sekitar Rp26 miliar untuk pembangunan jalan desa. “Walaupun APBD Lebak minim tahun 2026, kita anggarkan Rp25 miliar untuk pembangunan jalan desa,” katanya.
Selain itu, fasilitas kesehatan di puskesmas juga masih banyak yang belum memadai. “Perlu kita tingkatkan, supaya masyarakat tidak langsung ke RSUD ketika ingin berobat, tapi bisa dilayani dengan baik di puskesmas,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan
Amir berharap, target ke depan dapat mencapai penurunan angka kemiskinan ekstrem di Lebak, penanganan jalan desa yang lebih cepat, serta peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Ia juga berharap fasilitas pendidikan semakin berkualitas dan kehidupan ekonomi masyarakat bisa lebih baik.
Butuh Kolaborasi untuk Pembangunan
Amir menegaskan bahwa untuk membangun Lebak dibutuhkan semangat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Pusat. Terlebih, Kabupaten Lebak memiliki luas wilayah yang paling besar di Banten.
“Jelas, perlu semangat kolaborasi untuk membangun saat ini. Karena kewenangan kabupaten terbatas, APBD terbatas. Tanpa kolaborasi dengan Provinsi dan Pusat, susah melakukan percepatan pembangunan daerah,” pungkasnya.
Profil Kabupaten Lebak
Lebak adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Banten, Indonesia. Kabupaten Lebak merupakan kabupaten terluas di Provinsi Banten, dan wilayah ini menempati posisi terluas kelima di Pulau Jawa. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas 340 desa dan 5 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Rangkasbitung, yang berada di bagian utara wilayah kabupaten.






