Peluncuran Serang Mengaji, Dindikbud Pastikan Siswa Non-Islam Dibantu Belajar Agama

Peluncuran Serang Mengaji, Dindikbud Pastikan Siswa Non-Islam Dibantu Belajar Agama

Program Serang Mengaji: Mendorong Pendidikan Agama yang Inklusif

Program “Serang Mengaji” yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Serang tidak hanya ditujukan bagi siswa Muslim, tetapi juga memberi ruang bagi peserta didik non-Islam untuk memperdalam kitab suci sesuai dengan keyakinan masing-masing. Hal ini dilakukan dengan bantuan tenaga pendidik yang kompeten dan berkompeten dalam bidang agama mereka.

Fokus pada Pendidikan Keagamaan

Pembelajaran agama dilakukan pada jam pembiasaan, yaitu antara pukul 07.00 hingga 07.30 WIB. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang telah menyiapkan buku-buku penunjang serta kebutuhan pendidikan keagamaan lainnya untuk mendukung proses belajar mengajar tersebut. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengentaskan buta aksara Alquran, khususnya di kalangan generasi muda dan anak-anak.

Program Serang Mengaji resmi diluncurkan di alun-alun Barat Kota Serang pada Jumat (13/2/2026) malam. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan siswa-siswi, masyarakat umum, tokoh agama, kepala OPD, unsur Forkopimda, perwakilan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), serta para camat se-Kota Serang.

Partisipasi Siswa Non-Muslim

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah sekolah yang memiliki siswa non-Muslim, seperti Yayasan Mardi Yuana dan Yayasan Penabur. Dalam pertemuan tersebut, Dindikbud mendorong agar siswa non-Muslim tetap mendapatkan pembelajaran kitab suci sesuai dengan agama mereka, dengan dukungan tenaga pendidik yang kompeten, seperti pendeta atau guru agama sesuai bidangnya.

“Kita diberikan kebebasan itu dan mengaktivasi sebuah murid-murid yang berbeda agama dengan kita. Silakan mengajar dengan kitab dan keyakinan, kita akan memberikan bahwa Kota Serang kota toleransi,” ujar Nuri.

Ia menekankan bahwa program Serang Mengaji tidak boleh disalahartikan sebagai kegiatan yang membuat siswa non-Muslim merasa tersisih. Menurutnya, program tersebut bertujuan memberikan pendidikan agama bagi siswa Islam sekaligus membuka peluang yang sama bagi siswa non-Islam untuk memperdalam ajaran agamanya.

“Ngaji itu dalam istilah bukan hanya perspektif kita yang umat Islam, tapi juga agama-agama lain juga silakan mengaji sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” jelasnya.

Keterbatasan dan Tantangan

Nuri menjelaskan bahwa peluncuran program Serang Mengaji saat ini memang difokuskan pada pembelajaran Alquran dengan tujuan memberantas buta aksara Alquran di kalangan siswa Muslim. Namun, secara konsep, program tersebut diharapkan juga dapat diterapkan untuk seluruh agama di satuan pendidikan.

“Ada yang swasta Penabur kita dorong, ada yang di negeri murid non-Islam yang kita dorong juga untuk sama-sama belajar, karena ini adalah kota toleran,” ucap Nuri.

Dindikbud juga mengundang ratusan siswa dari Mardi Yuana dan Penabur untuk turut serta dalam kirab kebudayaan yang akan digelar pada Minggu mendatang. Sekitar 300 siswa dari masing-masing sekolah dijadwalkan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kampanye keberagaman dan persatuan lintas etnis serta agama.

Namun, Nuri mengakui masih terdapat keterbatasan, khususnya di sekolah negeri yang belum sepenuhnya memiliki guru agama non-Islam. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai kelemahan yang perlu segera dibenahi.

“Kalau guru agama non-islam belum ada kalau di sekolah negeri. Makanya kalau misalkan ini menjadi kebutuhan kita akan siapkan,” tegasnya.

Persiapan Buku dan Materi

Dalam praktiknya, pada jam pembiasaan belajar pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, siswa dipersilakan mengikuti pembelajaran agama sesuai dengan keyakinannya. “Kita siapkan buku-bukunya atau beberapa hal-hal yang menyangkut dengan pendidikan keagamaan pribadi mereka,” kata Nuri.

Sementara itu, Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin, menekankan bahwa pemerintah daerah harus bersikap adil dan setara terhadap seluruh warga. Karena itu, program Serang Mengaji tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim.

“Serang Mengaji bukan hanya diperuntukkan bagi umat muslim semata, tetapi di luar umat muslim anak-anak kita, Bapak Ibu sekalian di luar umat muslim. Silakan mengaji sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing,” jelas Nanang.


Related posts