Pentingnya Edukasi Diabetes untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Diabetes sering dianggap sebagai “ibu dari berbagai penyakit” karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan masyarakat. Meski tidak selalu menunjukkan gejala jelas, diabetes dapat memengaruhi kehidupan individu dan keluarga secara signifikan. Data dari International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai sekitar 19,5 juta orang dewasa antara usia 20 hingga 79 tahun. Tren ini terus meningkat dan diperkirakan akan terus bertambah hingga tahun 2045.
Dalam upaya mengatasi tantangan ini, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Universitas Mercu Buana (UMB) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya diabetes. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah edukasi bagi 130 kader penggerak kesehatan di Desa Kertasana, Kabupaten Pandeglang, Banten pada tanggal 7 Februari 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan pemangku kepentingan, termasuk Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, serta Bupati Lombok Timur Haerul Warisin.
Kolaborasi dalam Upaya Pencegahan Diabetes
SFD Arie Wibowo, Corporate Sustainability Assistant Manager Kalbe, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam pencegahan dan penanggulangan diabetes. “Melalui edukasi yang digelar Kalbe Bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan UMJ ini, menunjukkan kolaborasi yang erat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya diabetes,” ujarnya.
Selain itu, Kalbe juga memperkenalkan ekosistem Diabetes Total Solution (DTS), sebuah sistem terpadu yang mencakup pencegahan, deteksi, dan pengobatan diabetes. Ekosistem ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan diabetes sejak dini. “Kalbe juga memperkenalkan DTS dalam program ini, sebagai bentuk komitmen kuat Kalbe dalam mendukung masyarakat yang sehat melalui pencegahan dan pengobatan diabetes,” tambah Arie.
Abi Nisaka, Head of Corporate Sustainability Kalbe, menegaskan bahwa komitmen Kalbe dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi dan inovasi terus berlanjut. “Ekosistem DTS yang dimiliki Kalbe menunjukkan keseriusan Kalbe dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. Dengan edukasi dan kolaborasi yang dilakukan kepada berbagai lapisan masyarakat, kami berharap dapat memperluas akses kesehatan yang sejalan dengan komitmen keberlanjutan kami, Bersama Sehatkan Bangsa,” ujarnya.
Peran Pemerintah dan Akademisi dalam Edukasi Kesehatan
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, mengapresiasi langkah baik yang dilakukan oleh Kalbe dan mitra-mitranya. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kegiatan edukasi kesehatan yang berlangsung di Desa Kertasana. Kami berharap kolaborasi ini dapat diperluas ke berbagai wilayah, khususnya di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Novena Ulita, S.Pd., M.Sn., Dosen UMB, menekankan pentingnya peran akademisi dalam memberikan kontribusi untuk masyarakat. “Sebagai akademisi, kami perlu membaktikan ilmu yang kami miliki untuk kepentingan masyarakat luas. Universitas Mercu Buana, bersama Kalbe, memberikan sumbangan melalui pembuatan konten edukasi diabetes agar dapat dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.
Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UMJ, menilai bahwa kolaborasi dalam pengabdian masyarakat merupakan bagian dari kontribusi akademik untuk mendukung masyarakat yang sehat. “Apresiasi kami sampaikan kepada Kalbe atas kolaborasi yang berlangsung dalam kegiatan Tri Dharma yang berlangsung di Pandeglang. Dukungan terhadap kesehatan saya harap juga membuka mata akademisi dan praktisi khususnya dalam bidang administrasi publik, agar dapat menjadi cermin bagaimana kolaborasi dan sinergi menjadi hal yang utama dalam perumusan kebijakan yang berkeadilan bagi seluruh pihak,” tegas Andriansyah.
Kegiatan Tambahan dalam Program Edukasi
Selain edukasi tentang diabetes, Kalbe beserta Pemerintah Kabupaten Pandeglang, UMJ, dan UMB juga melakukan penyerahan bibit pohon serta santunan kepada masyarakat tidak mampu. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kalbe dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam hal kesehatan tetapi juga lingkungan dan sosial.






