Putusan Mahkamah Agung AS dan Dampaknya terhadap Kebijakan Luar Negeri
Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang menyatakan Presiden Donald Trump melanggar hukum federal dalam penerapan tarif global memicu spekulasi mengenai dampaknya terhadap kebijakan luar negeri. Pakar hubungan internasional menilai tekanan domestik yang dihadapi Trump bisa saja mempercepat keputusan untuk mengambil langkah militer terhadap Iran.
“Yang saya khawatirkan adalah tantangan domestik Presiden Trump pada dasarnya bisa mempercepat keputusan untuk menyerang Iran,” ujar profesor Hubungan Internasional di London School of Economics and Political Science (LSE), Fawaz Gerges, dikutip dari sumber berita.
Tekanan Domestik dan Pola Historis AS
Gerges menjelaskan bahwa dalam sejarah politik Amerika Serikat, presiden sering kali menghadapi godaan untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah dalam negeri melalui tindakan di luar negeri. “Secara historis, presiden Amerika cenderung mengalihkan perhatian dari masalah domestik dengan melakukan serangan di luar negeri. Ini sudah menjadi polanya,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa masih perlu dilihat apakah putusan Mahkamah Agung tersebut akan secara langsung memengaruhi keputusan Trump terhadap Iran. Sebab, selama ini kenaikan tarif perdagangan internasional menjadi agenda penting dalam pemerintahan Trump. “Kita harus menunggu dan melihat apakah keputusan Mahkamah Agung pada dasarnya akan memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan Presiden Trump untuk menyerang Iran,” kata Gerges.
Pengerahan Militer AS di Timur Tengah
Selain faktor politik domestik, Gerges juga menyoroti peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, AS telah membangun kehadiran militer yang besar di wilayah tersebut, sehingga situasinya tidak bisa dianggap sederhana. “Ini bukan permainan yang sederhana,” ujarnya.
Menurut Gerges, pengerahan tersebut merupakan yang terbesar dalam dua dekade terakhir. “Ini adalah pengerahan militer Amerika paling signifikan di Timur Tengah sejak Amerika Serikat menginvasi dan menduduki Irak pada 2003,” katanya.
Sinyal Trump untuk Redam Kekalutan Domestik
Gerges menilai besarnya kekuatan militer yang ditempatkan menunjukkan keseriusan tertentu dalam perhitungan strategis Washington. Pengerahan sebesar itu kemungkinan tidak dilakukan tanpa tujuan strategis yang jelas. “Ini benar-benar kekuatan militer yang nyata. Biayanya miliaran dolar. Kecuali Presiden Trump benar-benar berniat, pada dasarnya, untuk menyerang Iran, saya sangat meragukan dia akan mengerahkan kekuatan militer yang begitu besar dan mahal,” ujarnya.
Meski demikian, Gerges tidak menyatakan bahwa serangan pasti akan terjadi. Dia malah menekankan bahwa dinamika politik domestik dan kalkulasi geopolitik dapat saling memengaruhi dalam proses pengambilan keputusan di Washington. Perkembangan ini akan menjadi hal yang sangat penting untuk dipantau oleh para pengamat internasional.






