ISPA Menyerang 302.000 Warga Tangerang, Dinkes Perketat Pengawasan

ISPA Menyerang 302.000 Warga Tangerang, Dinkes Perketat Pengawasan

Laporan Kesehatan Kabupaten Tangerang Tahun 2025

Sebanyak 302.000 warga Kabupaten Tangerang, Banten, terkena penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 109.000 kasus di antaranya terjadi pada anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa dari total 302.000 kasus ISPA, sebanyak 198.000 terjadi pada anak-anak, sementara sisanya yaitu 104.000 kasus terjadi pada orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap penyakit ini.

“Di tahun 2025 ada 198.000 kasus ISPA yang menyerang anak-anak. Sementara pada kasus orang dewasa ada 104.000 kasus. Jadi total di tahun 2025 ada 302.000 kasus ISPA yang terjadi di Kabupaten Tangerang,” ujarnya saat berbicara kepada wartawan pada hari Sabtu (14/2/2026).

Hendra menilai bahwa meskipun ISPA terlihat sepele, penanganan yang terlambat dapat berdampak fatal bagi penderita. Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa pihaknya telah memperketat pengawasan terhadap kasus ISPA dengan cara mendeteksi masyarakat yang terinfeksi agar tidak berkembang menjadi pneumonia, terutama pada anak-anak.

“Kalau sudah jadi pneumonia risiko kematiannya menjadi sangat tinggi. Makanya harus dideteksi sedini mungkin agar tidak menjadi komplikasi berat seperti radang paru-paru akut,” katanya.

Dalam upaya penanganan ISPA, dr. Hendra memastikan bahwa semua kasus ISPA yang terjadi pada tahun 2025 telah mendapatkan pengobatan hingga penderita dinyatakan sembuh. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pengawasan yang ketat dengan pendeteksian dini bagi penderita ISPA agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Dengan kebijakan dan tindakan cepat yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, diharapkan angka kasus ISPA dapat terus diminimalkan dalam beberapa tahun ke depan.
  • Pemerintah setempat juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan pernapasan, terutama di kalangan anak-anak.
  • Selain itu, pihak dinas juga berupaya memperkuat sistem rujukan dan fasilitas kesehatan untuk memastikan bahwa pasien ISPA mendapat layanan yang optimal.


Related posts