Sosialisasi Keamanan Siber untuk Masyarakat di Tangerang
Universitas Paramadina menggelar sosialisasi tentang pentingnya keamanan siber kepada masyarakat di tengah meningkatnya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Acara yang bertajuk “Kampanye Digital Safety Awareness” ini dilaksanakan oleh sejumlah mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina di lingkungan RW 014, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.
Sebagai bentuk pemberdayaan berbasis literasi digital, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama antara akademisi dan warga. Tujuannya adalah membangun kesadaran akan keamanan dalam bermedia sosial. Para mahasiswa melibatkan Klub Jantung Sehat Dasana dan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Kelompok ini dipilih karena tingginya intensitas penggunaan media sosial, aplikasi pesan instan, serta transaksi belanja daring dalam keseharian.
Ketua RW 014, Bapak Karsan, mengapresiasi sosialisasi yang digelar oleh Universitas Paramadina. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bermanfaat sebagai langkah antisipatif agar warga memiliki kesiapsiagaan sejak dini dalam menghadapi risiko kejahatan siber.
Materi sosialisasi difokuskan pada isu-isu yang dekat dengan keseharian peserta, salah satunya melalui topik “Waspada Digital”. Peserta dibekali pemahaman menjaga privasi, mengenali modus-modus penipuan, serta menerapkan aturan “jeda tiga detik” sebelum merespons pesan yang mencurigakan. Selain itu, ada bahasan tentang “Bahaya Oversharing di Media Sosial”.
Dari kiri ke kanan: Ketua RW 014 Karsan, Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina Juni Alfiah Chusjairi PhD, Ketua Klub Jantung Sehat Dasana Mery Suryanti, dosen pembimbing mata kuliah Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial Dr Rini Sudarmanti, serta Ketua Panitia Ahmad Izuddin Mujahid Al Mutazam di lokasi acara, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Ahad (15/12/2025). – (ist)
Ketua Panitia, Ahmad Izuddin, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan upaya pencegahan agar masyarakat terhindar dari dampak negatif media sosial. Selain itu, dalam bermedia sosial pun perlu adanya “rem” sehingga warga tidak terpancing konten-konten yang bernada provokatif.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan permainan interaktif yang disiapkan panitia. Ketua Klub Jantung Sehat Dasana, Ibu Merry, berharap edukasi serupa dapat terus berlanjut sebagai bekal komunitas menghadapi tantangan digital.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Juni Alfiah Chusjairi PhD, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi digital masyarakat, terutama para ibu warga setempat. Ia berharap ibu-ibu dapat memperoleh insight baru yang dapat membantu menjaga diri dan keluarga, serta mampu membagikan pengetahuan tersebut kepada anggota keluarga lain, termasuk anak dan pasangan.
Pesan senada juga disampaikan Dr Rini Sudarmanti selaku dosen pembimbing mahasiswa. Menurut dia, implementasi program sosialisasi ini berjalan selaras dengan tujuan pembelajaran dan nilai-nilai pengabdian akademisi kepada masyarakat.
Untuk memperkuat pesan kampanye, kegiatan ini juga didukung oleh strategi komunikasi digital melalui akun Instagram @KlikAmanID dengan tagline “Jaga Data, Jaga Diri.” Kehadiran kampanye serta akun Instagram di ruang digital diharapkan dapat menjadi pengingat berkelanjutan bagi masyarakat, bahkan setelah kegiatan tatap muka berakhir.

