Perayaan Hari Ibu Nasional dengan Kegiatan Memasak Lokal
Dalam rangka memperingati Hari Ibu Nasional, produsen bumbu masak Mahsuri bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FOI) menggelar acara memasak pangan lokal yang melibatkan ratusan ibu di Kota Tangerang. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 16 Desember 2025.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar memperkenalkan masakan tradisional, tetapi juga menyalurkan 1.000 paket makanan bergizi bagi keluarga prasejahtera. Tujuan utamanya adalah untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan memanfaatkan pangan lokal serta rempah Nusantara.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah demo masak Sayur Besan, hidangan khas Betawi-Banten. Demo ini dipandu oleh Chef Adhie Martiadi, Presiden Islamic Chef and Culinary Indonesia (ICCI). Dengan adanya demo ini, peserta bisa belajar cara memasak hidangan khas daerah menggunakan bahan-bahan lokal yang kaya akan rempah.
Co-Founder Foodbank of Indonesia, Wida Septarina, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kebiasaan memasak menu lezat dan bergizi dengan bahan lokal. “Melalui GIM Mustikarasa, kami ingin menghidupkan kembali kebiasaan memasak menu lezat dan bergizi dengan menggunakan pangan lokal yang kaya rempah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Puncaknya, dari kolaborasi ini, kita bisa berbagi kebaikan nyata melalui 1.000 paket makanan untuk para ibu dan keluarga di Tangerang,” ujarnya.
Makna Slogan “Dari Dapur Ibu ke Hati”
Business Director of PT Mahsuri Dagang Indonesia, Verdy Ricardo Tjhoei, menekankan makna slogan kegiatan “Dari Dapur Ibu ke Hati”. Menurutnya, slogan ini menggambarkan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh perusahaan. “Kalimat itu menggambarkan nilai kami, yaitu giving back to community. Kami percaya bahwa apa pun yang dibuat dengan tangan ibu selalu memiliki nilai emosional. Masakan ibu bukan sekadar soal rasa, tapi soal perhatian, doa, dan kasih. Saat ibu memasak, ada cinta yang ikut tercampur di sana, dan itulah yang sampai ke hati keluarga,” jelas Verdy.
Pelatihan dan Penyaluran Paket Makanan
Selain memasak, peserta juga diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan pengolahan pangan lokal dengan bimbingan chef. Hal ini dilakukan untuk menekankan pentingnya ketahanan pangan keluarga. Selain itu, panitia juga menyalurkan paket makanan yang diproduksi melalui Dapur Pangan FOI, pusat pengolahan dan distribusi makanan bagi masyarakat rentan.
Kegiatan ini dirancang agar praktik memasak berbasis pangan lokal dapat terus diterapkan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat bisa tetap menjaga keberlanjutan kuliner tradisional Nusantara.
Harapan dan Tujuan Jangka Panjang
Melalui rangkaian kegiatan ini, pihaknya berharap praktik memasak berbasis pangan lokal dapat terus diterapkan sehari-hari, sekaligus melestarikan kuliner tradisional Nusantara. Dengan memperkenalkan dan mempraktikkan masakan lokal, masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga budaya kuliner bangsa.
