Pemprov Banten Siagakan Bencana Hidrometeorologi 90 Hari ke Depan

Pemprov Banten Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Selama 90 Hari

Pemerintah Provinsi Banten telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama 90 hari ke depan atau hingga bulan Februari 2026. Penetapan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem, khususnya di tengah memasukinya musim penghujan.

Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, menjelaskan bahwa penetapan status tersebut berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa Banten saat ini sudah masuk ke zona hujan. Status siaga bencana ini mulai berlaku sejak tanggal 15 Desember 2025.

Lutfi mengungkapkan bahwa penetapan status ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan serupa yang telah diterapkan oleh dua daerah di Banten, yaitu Kota Tangerang dan Kabupaten Pandeglang. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari peningkatan kesiapsiagaan adalah untuk mengantisipasi bencana-bencana yang bisa terjadi akibat kondisi hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

“Tujuannya adalah agar kita semua siap siaga, termasuk BPBD dan instansi terkait lainnya,” ujar Lutfi dalam wawancara, Selasa (16/12/2025). Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga seperti kepolisian, TNI, PMI, dan Dinas Sosial untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana.

Kesiapsiagaan BPBD Banten Terus Berjalan

Menurut Lutfi, BPBD Banten telah menyiagakan seluruh personel lengkap dengan peralatan kesiapsiagaan. Hal ini juga dilakukan oleh BPBD di setiap kabupaten dan kota se-Banten. Ia menjelaskan bahwa kesiapsiagaan BPBD selalu berjalan 24 jam, 360 hari dalam setahun.

“Kita siaga terus, cuma eskalasinya yang berbeda terkait dengan kesiapan nataru ini,” tambahnya.

Potensi Bencana yang Diwaspadai

BPBD Banten mengidentifikasi beberapa potensi bencana yang harus diwaspadai, antara lain banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Untuk itu, pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Lutfi juga mengimbau seluruh warga Banten untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah masing-masing. Khususnya di tengah tingginya intensitas hujan jelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Langkah-Langkah Peningkatan Kesiapsiagaan

Beberapa langkah telah diambil untuk meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain:

  • Koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti kepolisian, TNI, PMI, dan Dinas Sosial.
  • Pemantauan berkala terhadap kondisi cuaca dan risiko bencana.
  • Pelatihan dan simulasi tanggap darurat bagi petugas BPBD dan masyarakat.

Dengan peningkatan kesiapsiagaan ini, diharapkan masyarakat Banten dapat lebih siap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi selama musim penghujan.

Related posts