Pameran Perumahan REI Banten Expo Property 2025 Catat Penjualan Hingga 300 Unit
Pameran perumahan REI Banten Expo Property 2025 yang berlangsung selama sepekan di Mall of Serang berhasil mencatat penjualan hingga 300 unit rumah. Hal ini menjadi indikasi positif bagi perkembangan pasar properti di wilayah Banten.
Kepala DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Banten, Roni H Adali, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil transaksi melalui booking yang dilakukan konsumen selama pameran. Ia menyatakan bahwa angka ini belum masuk dalam hitungan perbankan, namun optimisme terhadap peningkatan nilai transaksi tetap tinggi.
“Kami berharap bisa tembus Rp150 miliar, karena meskipun pameran sudah selesai, proses administrasi di perbankan masih berjalan dan tergantung kemampuan perbankan memberikan kemudahan kepada konsumen,” ujar Roni.
Pertumbuhan Pasar Properti di Tahun 2025
Tahun 2025 menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan dalam pasar properti Banten. Sepanjang tahun ini, terdapat 25 pengembang properti baru yang masuk ke Banten. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat investor dan pengembang terhadap wilayah ini.
Roni menekankan pentingnya kesiapan dari segi marketing perumahan dan kualitas bangunan yang baik agar dapat menyerap permintaan lebih tinggi lagi. “Dengan peningkatan penyerapan, sektor ekonomi lainnya juga akan ikut tergerak,” jelasnya.
Realisasi Penyerapan Rumah Subsidi
Saat ini, realisasi penyerapan rumah subsidi di Banten telah mencapai 15 ribu unit. Di sisi lain, terdapat antrean masyarakat yang sedang menjalani proses akad sebanyak 2 ribu unit. Total keseluruhan yang masih dalam proses mencapai sekitar 17 ribu unit.
“Kami berharap jumlah ini bisa bertambah karena waktu kita hanya sampai 24 Desember,” tambah Roni.
Target Kuota Rumah Subsidi yang Tinggi
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fitrah Nur, menyebutkan bahwa kuota rumah subsidi sebanyak 350 ribu unit menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, realisasi penyerapan baru mencapai 280 ribu unit.
“Kita harus optimis, agar tahun depan angka ini masih bisa bertahan. Jika eksisting di 2026 itu 350 ribu unit, ini adalah target yang paling tinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.
Fitrah menegaskan bahwa kuota besar tersebut harus segera dioptimalkan oleh para pengembang. Untuk mendukung hal ini, ada beberapa stimulus pemerintah seperti penghapusan BPHTB hingga PPn DTP.
“Ada kebijakan dari pak menteri untuk minta keringanan giro wajib minimum dari Bank Indonesia, sehingga sebagian dana tersebut disalurkan menjadi tambahan kuota menjadi 350 ribu,” jelas Fitra.
Mendorong Efektivitas Pameran Perumahan
Fitra juga mendorong agar agenda pameran perumahan digelar dengan durasi yang lebih panjang. Ia berpendapat bahwa dengan durasi yang lebih lama, efektivitas pameran akan meningkat.
“Mungkin range waktu bisa diperpanjang lagi, sehingga bisa menjadi stimulus yang positif terhadap penyerapan,” jelasnya.

