TANGERANG SELATAN, BantenMedia
Di tengah situasi yang memprihatinkan, tumpukan sampah yang ditutupi terpal tampak di beberapa ruas jalan di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan. Keadaan ini muncul akibat penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, sehingga pengangkutan sampah menjadi terhambat.
Menurut laporan warga setempat, selama sepekan terakhir, sampah yang berada di pinggir jalan dan di bawah kolong flyover tidak lagi diangkut. Akibatnya, tumpukan sampah semakin menumpuk dan ada yang berserakan di sekitar area tersebut. Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Hingga saat ini, belum ada solusi yang jelas dari pihak terkait. Justru, petugas kebersihan Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah dengan menutup tumpukan sampah menggunakan terpal dan bekas spanduk. Rencananya, mereka akan menyemprotkan cairan untuk mengurangi bau tak sedap dari sampah yang menumpuk.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan kini sedang berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan masalah sampah yang semakin mendesak. Meski TPA Cipeucang belum sepenuhnya pulih, pengangkutan sampah di beberapa wilayah mulai kembali berjalan. Pemkot menegaskan bahwa pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap, sesuai dengan proses penataan besar-besaran di TPA Cipeucang. Sebagian sampah juga dialihkan ke tempat lain.
Saat ini, TPA Cipeucang tidak mampu menampung sampah rumah tangga dari wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya. Kapasitas TPA telah melebihi batas maksimal, sehingga tidak dapat menerima pembuangan sampah dalam waktu dekat. Akibatnya, sampah menumpuk di pasar dan pinggir jalan raya di seluruh kota. Selama tujuh hari terakhir, mobil angkut sampah tidak beroperasi. Bau busuk yang menyengat semakin hari semakin mengganggu kualitas udara di sekitar daerah tersebut.
Kepadatan sampah di TPA Cipeucang kini dikhawatirkan bisa memicu longsoran sampah yang berpotensi mencemari Sungai Cisadane. Lokasi TPA ini juga berdekatan dengan permukiman warga, sehingga risiko terhadap kesehatan dan lingkungan semakin tinggi.
Untuk mengatasi permasalahan ini, delapan alat berat dikerahkan guna melakukan penataan gunungan sampah. Tujuannya adalah memaksimalkan lahan dan mencegah kemungkinan longsoran sampah. Diperlukan penyelesaian segera dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan agar masalah sampah ini tidak terus berlanjut dan membahayakan masyarakat sekitar.

