406 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Kabupaten Tangerang Tahun 2025, 25 Orang Meninggal

406 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Kabupaten Tangerang Tahun 2025, 25 Orang Meninggal

Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Tangerang pada Tahun 2025

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 406 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tangerang, Banten. Dari jumlah tersebut, 25 korban meninggal dunia dan banyak lagi yang mengalami cedera berat maupun ringan. Kecelakaan ini didominasi oleh kendaraan roda dua, yang menjadi penyebab utama dari tingginya angka kecelakaan.

Menurut data yang diperoleh, sebanyak 480 kendaraan roda dua terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat sebanyak 31 kejadian, dan truk terlibat dalam 20 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan roda dua masih sangat tinggi di wilayah tersebut, namun juga membawa risiko yang lebih besar.

Dari total kecelakaan yang terjadi, 100 insiden melibatkan anak di bawah umur. Angka ini menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak dalam berkendara. Dampak dari kecelakaan tersebut menyebabkan 92 korban mengalami luka berat dan 391 korban lainnya mengalami luka ringan.

Penyebab Utama Kecelakaan

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polresta Tangerang, Iptu Irruandy, menjelaskan bahwa kelalaian pengemudi menjadi faktor utama dari kecelakaan yang terjadi. “Kecelakaan ini kebanyakan diakibatkan oleh human error atau kelalaian si pengendara atau manusianya,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, Iptu Asep Dedi Budiman, Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaur Binop) Satlantas Polresta Tangerang, menambahkan bahwa kecelakaan sering terjadi karena kurangnya kesadaran dan kedisiplinan para pengemudi. Hal ini memperkuat kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas.

Titik Rawan Kecelakaan

Berdasarkan data yang dikumpulkan, titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tangerang berada di Jalan Raya Serang. Jalur ini menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Serang dan menjadi jalur penting bagi transportasi antar daerah.

Iptu Asep Dedi Budiman merinci bahwa titik rawan kecelakaan terletak di sekitar area Rumah Makan Gumarang hingga Jayanti. Area ini sering menjadi tempat kejadian kecelakaan akibat kondisi jalan yang sempit dan volume lalu lintas yang tinggi.

Upaya Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas

Untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas, pihak kepolisian dan instansi terkait telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah peningkatan patroli rutin dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Selain itu, pemasangan rambu-rambu dan penataan lalu lintas juga dilakukan di area rawan kecelakaan.

Selain itu, edukasi kepada para pengemudi, terutama anak di bawah umur, juga menjadi fokus utama. Pemerintah setempat bersama dengan polisi lalu lintas berharap dapat menurunkan angka kecelakaan dengan langkah-langkah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Keselamatan

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. Dengan disiplin dalam berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak menggunakan kendaraan dalam kondisi tidak layak, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.




Related posts