Inovasi “Si Mantan” untuk Mengatasi Limbah Botol Plastik
Masalah limbah kemasan botol plastik terus menjadi tantangan serius bagi lingkungan di Indonesia. Meskipun beberapa mesin Reverse Vending Machine (RVM) telah dipasang di berbagai titik strategis, penggunaannya masih rendah karena kurangnya sistem penghargaan yang menarik bagi masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, tim riset Universitas Trisakti (Usakti) menghadirkan inovasi berbasis teknologi bernama “Si Mantan” atau System Integration for Machine as Nature Protectant.
Aplikasi ini dirancang untuk memberikan otomasi sistem inlet dan pemberian poin reward kepada pengguna yang menukarkan botol plastik bekas mereka. Dengan adanya aplikasi ini, proses pengoperasian mesin RVM akan lebih mudah dan efisien.
Desain Antarmuka Pengguna yang Ramah
Guru Besar Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti, Prof. Dr. Wegig Murwonugroho, menjelaskan bahwa fokus utama dari inovasi ini adalah pengembangan antarmuka pengguna (UI design). Tujuannya adalah agar masyarakat dapat lebih mudah berinteraksi dengan mesin RVM.
“Pada aplikasi terlihat proses pengoperasian mesin yang nantinya terhubung langsung dengan sistem RVM. Aplikasi ini juga mampu mendeteksi merek dan jumlah botol plastik secara otomatis, sekaligus mencatat poin reward pada akun pengguna,” jelas Prof. Wegig.
Kolaborasi Lintas Disiplin dalam Pengembangan Aplikasi
Menurut Prof. Wegig, kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci pengembangan aplikasi ini. Tim peneliti melibatkan Ir. Henry Candra dan Ir. Endang Djuana, pakar dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, yang berperan dalam uji performa sistem elektronik dan algoritma deteksi otomatis.
Hasil pengujian dilakukan menggunakan metode System Usability Scale (SUS), dengan nilai yang menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tingkat kebergunaan tinggi dan mudah dioperasikan oleh pengguna umum.
Peningkatan Tingkat Daur Ulang
Sementara itu, Prof. Dr. Astri Rinanti, peneliti dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan (FALTL) Universitas Trisakti sekaligus ketua tim penerima hibah, menegaskan bahwa aplikasi ini terbukti meningkatkan tingkat daur ulang (recycling rate) limbah botol plastik pasca uji coba.
“Sebagai bentuk perlindungan lingkungan, inovasi aplikasi ini berhasil meningkatkan tingkat daur ulang limbah kemasan botol bekas secara signifikan,” ujar Prof. Astri.
Pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi
Lebih lanjut, Prof. Astri menjelaskan bahwa proyek ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, dalam skema Hibah Prototype Skema BIMA.
“Pendanaan ini diberikan melalui Program Hilirisasi Riset – Pengujian Model dan Prototipe Tahun Anggaran 2025,” tambahnya.
Mendorong Budaya Daur Ulang Berbasis Insentif
Inovasi “Si Mantan” diharapkan tidak hanya mempercepat proses pengelolaan limbah plastik, tetapi juga mendorong budaya daur ulang berbasis insentif di tengah masyarakat. Dengan sistem poin otomatis yang terintegrasi pada aplikasi, masyarakat dapat memperoleh penghargaan setiap kali mereka berpartisipasi dalam pengumpulan botol plastik bekas.
Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen Universitas Trisakti untuk mendukung sustainable innovation dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong ekonomi sirkular serta perlindungan lingkungan hidup.

