Tim Pakar Polipangkep Berperan dalam Hilirisasi Riset Teknologi Nasional
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi secara nasional melalui partisipasinya sebagai Tim Pakar dalam kegiatan hilirisasi riset yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Kegiatan ini dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
Pelaksanaan Kegiatan di IPB University
Kegiatan tersebut berlangsung di Institut Pertanian Bogor (IPB University), dengan fokus pada pengembangan inovasi teknologi kopi. Selama tiga hari, dari 22 hingga 24 Oktober 2024, tim pakar melakukan kunjungan langsung ke mitra riset peneliti IPB di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) serta verifikasi data pada periode 25–28 Oktober 2025.
Program Hilirisasi Riset Dorongan Teknologi merupakan strategi pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset dan inovasi agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri. Tahun ini, fokusnya adalah sektor perkopian nasional, sesuai dengan semangat Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang mengusung tagline: “Semua masyarakat Indonesia minum kopi setiap hari untuk kesehatan.”
Struktur Tim Pakar dan Peran Anggota
Tim Pakar Polipangkep diketuai oleh Dr. Reta, S.TP., M.Si., dan terdiri dari Dr. Ir. Zaimar, M.T. Tim ini juga bekerja sama dengan kolaborator dari berbagai lembaga dan sektor industri yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Dari Politeknik Negeri Jember, Andik Irawan, S.T., M.Eng., Ph.D., turut berpartisipasi sebagai penilai aspek rencana bisnis dan hilirisasi.
Dari sektor industri, Ibu Lucy Tedjasukmana dari PT Gravfarm Indonesia Bandung bertindak sebagai penilai aspek finansial dan keuangan. Sementara itu, Bapak Irsan, Ketua Asosiasi Kopi Indonesia dan perwakilan dari LSP Budidaya Kopi, menilai aspek regulasi dan lisensi.
Evaluasi Produk Inovasi IPB University
Tim gabungan ini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap produk inovasi IPB University berjudul “Hilirisasi Kopi Luwak Ensimatis untuk Perluasan Pasar.” Hasil evaluasi mencakup berbagai aspek, seperti teknologi produksi, ketersediaan bahan baku, kelayakan pasar, regulasi dan lisensi, kompetensi sumber daya manusia, serta aspek investasi dan keberlanjutan industri.
Rekomendasi “layak” dari tim pakar akan menjadi dasar bagi Kemendiktisaintek dalam memberikan pembiayaan lanjutan terhadap pengembangan produk, termasuk penyediaan peralatan teknologi produksi dan fasilitasi lisensi komersial.
Peran Perguruan Tinggi dalam Hilirisasi Riset
Dr. Reta, selaku Ketua Tim Pakar Polipangkep, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memastikan hasil riset dan inovasi dapat menjangkau dunia industri dan masyarakat luas.
“Hasil riset dan inovasi dosen dari perguruan tinggi perlu dijembatani agar produk siap untuk diproduksi secara massal dan layak dikomersilkan. Bila tidak, produk hasil riset tersebut hanya akan menjadi menara gading perguruan tinggi yang tidak berdampak terhadap masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Reta berharap keterlibatan Polipangkep dalam kegiatan nasional ini dapat menjadi motivasi bagi dosen-dosen di lingkungan kampus untuk semakin aktif menghasilkan karya riset yang inovatif, aplikatif, dan bernilai ekonomi.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi inspirasi bagi dosen-dosen Polipangkep untuk menghasilkan produk riset yang aplikatif dan bernilai komersial,” tambahnya.
Komitmen Institusi dalam Menjalin Jejaring Akademik dan Industri
Partisipasi Polipangkep dalam program Hilirisasi Riset Dorongan Teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam memperkuat jejaring akademik dan industri. Hal ini sekaligus mendukung agenda nasional dalam mengakselerasi hilirisasi hasil riset yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.

