Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Beroperasi, Pedagang Eks Barito Mulai Pindah

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Beroperasi, Pedagang Eks Barito Mulai Pindah

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung: Ruang Usaha Modern yang Menawarkan Peluang Baru

Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menciptakan ruang ekonomi yang lebih modern, tertib, dan berwawasan lingkungan. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pembukaan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, yang akan segera dibuka untuk umum. Kawasan ini tidak hanya dirancang sebagai ikon baru kota, tetapi juga menjadi ruang usaha representatif serta destinasi kuliner dan edukasi fauna bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung merupakan bagian dari rencana pengembangan Taman Bendera Pusaka, yang akan menggabungkan Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser sebagai ruang hijau bersejarah di Jakarta Selatan. Dengan konsep yang terintegrasi antara ekonomi, rekreasi, dan keberlanjutan, sentra ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat yang lebih dinamis dan berkelanjutan.

Komitmen Pemprov DKI dalam Mendukung UMKM

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menjelaskan bahwa pembangunan sentra ini merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI dalam menghadirkan fasilitas usaha yang lebih tertata dan berdaya saing tinggi, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).

“Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung kami hadirkan sebagai ruang usaha baru yang lebih modern dan nyaman. Di sini, para pelaku usaha, termasuk yang selama ini berjualan di kawasan Barito dan khususnya terdaftar secara resmi sebagai anggota Jakpreneur, akan mendapatkan tempat yang lebih layak dan kesempatan lebih besar untuk berkembang,” ujar Ratu.

Para pedagang dari Barito akan menjadi bagian dari ekosistem baru di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, sehingga kegiatan ekonomi yang telah berjalan dapat terus berlanjut di tempat yang lebih tertata dan representatif. Melalui langkah ini, Pemprov DKI Jakarta ingin mewujudkan ruang usaha yang lebih tertib, manusiawi, dan berdaya saing, sekaligus menghidupkan kembali potensi ekonomi lokal melalui sentra-sentra tematik di berbagai wilayah kota.

Pendampingan dan Insentif bagi Para Pedagang

Para pedagang eks Barito mulai pindah ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dengan pendampingan dari jajaran Pemprov DKI Jakarta. Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan siap membantu para pedagang untuk memindahkan barang-barangnya ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung.

Pemprov DKI Jakarta terus mendampingi para pedagang dengan pendekatan humanis dan berlangsung kondusif. Pemprov DKI juga memastikan semua fasilitas yang dibutuhkan pedagang terpenuhi. “Kami terus mendampingi proses perpindahan pedagang dengan pendekatan yang humanis dan transparan. Sesuai arahan Pak Gubernur, kami pastikan seluruh pedagang terfasilitasi dengan baik hingga lokasi kios yang baru rampung,” jelas Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa kios di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung selama enam bulan. Kebijakan ini diberikan agar pedagang dapat beradaptasi dengan lokasi dan pola konsumen baru. Para pedagang juga berkesempatan mendapatkan lokasi premium jika bersedia pindah lebih awal.

Fasilitas dan Konsep yang Ramah Lingkungan

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dirancang sebagai destinasi tematik baru yang menggabungkan unsur usaha, rekreasi, dan keberlanjutan di wilayah selatan Jakarta. Sentra ini memiliki 125 kios dengan berbagai fungsi yang terdiri dari:

  • Zona A – Kuliner (22 kios)
  • Zona B – Amphitheater (70 seat)
  • Zona C & D – Burung & Pakan Hewan (74 kios)
  • Zona E – Parsel & Kuliner Tambahan (29 kios)

Para pedagang juga akan mendapatkan akses ke pelatihan kewirausahaan, edukasi digital, pendampingan usaha, promosi, dan pengembangan produk melalui program kolaboratif bersama Jakpreneur. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov dalam membangun ekosistem ekonomi rakyat yang tangguh dan berdaya saing.

Selain itu, kawasan ini disiapkan sebagai ruang interaksi warga, pusat edukasi fauna, serta wadah kegiatan seni, budaya, dan komunitas. Demi mendukung kegiatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta melengkapi fasilitas seperti area pertunjukan seni dan budaya, lahan parkir luas, toilet, dan musala. Areanya sendiri dirancang ramah lingkungan dan ramah keluarga dengan sistem sirkulasi udara dan sanitasi yang baik.

Lokasi yang Mudah Diakses

Lokasi Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung sangat strategis dan mudah dijangkau. Kawasan ini berlokasi tidak jauh dari Stasiun Commuter Line Lenteng Agung, serta bisa dijangkau menggunakan moda bus Transjakarta (4B Manggarai–UI dan D21 Lebak Bulus–UI), atau Jak Lingko 44 (Andara–Lenteng Agung).

Related posts