Masalah-Masalah yang Sering Terjadi di Akuarium
Memiliki ikan dalam akuarium tidak hanya sekadar sebagai hiasan. Pemilik harus memahami cara merawat akuarium agar ikan bisa hidup sehat dan bertahan lama. Berikut adalah beberapa masalah umum yang sering terjadi:
-
Air tampak keruh
Air yang keruh, bahkan berwarna hijau, terjadi karena ganggang yang tumbuh di dalam akuarium. Salah satu penyebabnya ialah pencahayaan yang berlebihan sehingga alga tumbuh subur. -
Jamur di akuarium
Jamur yang tumbuh di akuarium juga berpengaruh pada kesehatan ikan. Bahkan, jamur ini kerap menempel di mulut atau tubuh ikan. -
Bau busuk
Jika akuarium sudah berbau menyengat, berarti ada pertanda buruk. Biasanya, bau ini ditimbulkan dari makanan sisa yang tidak termakan. -
Cacing parasit
Cacing ini kerap tumbuh dan menjadi penyebab infeksi pada ikan. -
Siput di tanaman
Selain cacing, adanya siput di akuarium juga perlu disingkirkan. Biasanya, siput muncul karena telur siput menempel di tanaman hias yang kamu beli. -
Muncul busa atau gelembung
Timbulnya busa atau gelembung di akuarium juga merupakan pertanda, bisa berbahaya dan bisa juga tidak.
Penyebab Busa Berbahaya di Akuarium
Munculnya busa atau gelembung di akuarium kerap membuat pencinta ikan khawatir. Pasalnya, busa merupakan pertanda bahaya untuk ikan. Untuk itu, yuk, cari tahu penyebab busa berbahaya di akuarium! Adapun, penyebab-penyebabnya:
-
Obat-obatan yang terlalu banyak
Obat yang terlalu banyak berdampak pada kekentalan atau viskositas air. Akibatnya, gelembung dari batu udara atau filter spons tidak gampang pecah, lalu menyebar ke seluruh bagian akuarium. -
Minyak di akuarium
Selain obat-obatannya, tumpahan minyak juga menyebabkan gelembung mengapung di atas permukaan akuarium. Minyak ini bisa berasal dari makanan ikan, tangan pemilik akuarium, atau senyawa organik di akuarium. -
Kelebihan amonia
Jika tidak merasa memberi obat-obatan, bisa jadi busa di akuarium timbul karena kelebihan amonia. Penyebabnya bisa dari pakan atau kotoran ikan yang mengendap di bagian bawah akuarium. -
Sabun
Proses pembersihan akuarium yang tidak bersih biasanya karena meninggalkan sedikit sabun. Efek paling berbahaya dari sabun ialah ikan bisa mati.
Cara Mengatasi Busa Berbahaya
Jika sudah mengetahui masalahnya, kini cari tahu cara mengatasinya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan secara rutin untuk mengatasi busa di akuarium:
-
Akuarium dikuras dengan rutin
Kebersihan merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan. Jadi, menguras akuarium secara rutin jadi hal yang wajib dilakukan. Lebih baik kamu tidak menggunakan sabun yang sulit dibersihkan karena dapat memicu timbulnya gelembung atau busa. -
Pasang skimmer
Untuk membersihkan partikel seperti sisa makanan dan kotoran ikan, gunakan skimmer. Alat ini dapat membersihkan akuarium sehingga mencegah timbulnya busa. -
Gunakan bakteri starter
Untuk masalah amonia, gunakan bakteri starter untuk membantu proses penguraian. -
Masukkan karbon aktif
Karbon aktif juga bisa jadi solusi untuk air akuarium yang keruh karena dapat menyerap bahan kimia berbahaya. Penggunaan karbon aktif juga meminimalkan bau busuk.
Busa Normal di Akuarium
Walau tampak berbahaya, ada beberapa peristiwa normal yang menyebabkan busa timbul di akuarium:
-
Sarang telur ikan
Busa di akuarium bisa juga disebabkan oleh ikan cupang, gurami, atau ikan yang membuat sarang busa. Tujuan mereka ialah membuat rumah untuk telur-telur ikan. -
Proses pearling
Tanaman hias di akuarium biasanya melakukan fotosintesis dengan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Jika air terlalu jenuh dengan oksigen terlarut, akibatnya oksigen dari tumbuhan terlihat seperti gelembung yang biasa disebut mutiara tumbuhan. Peristiwa ini sebagai tanda bahwa akuarium dalam keadaan sehat. -
Bubbler atau batu udara
Gelembung atau busa yang gampang pecah biasa disebabkan oleh filter spons, batu udara, atau bubbler.
Ciri Akuarium yang Sehat
Kondisi akuarium yang sehat bisa dinilai dari visual akuarium, pergerakan ikan, dan tanaman yang tumbuh di dalamnya. Adapun, ciri-cirinya:
-
Air tampak jernih
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, air yang keruh dan bau busuk merupakan pertanda masalah. Karena itu, air akuarium yang jernih dan tidak berbau merupakan tanda bahwa akuarium dalam keadaan sehat. -
Tidak ada makhluk hidup lain
Pastikan tidak ada makhluk hidup yang tidak diinginkan, seperti siput, alga, atau ganggang. -
Keseimbangan kimiawi
Pastikan unsur kimianya, seperti amonia, karbon dioksida, oksigen, nitrat, dan nitrit, seimbang. -
Ikan dan tanaman sehat
Akuarium sehat juga tampak dari kondisi ikan. Jika ikan sehat, berenang aktif, mau makan, tidak ada jamur di tubuh, itu pertanda akuarium sehat. Jika di akuarium ada tanaman, coba cek apakah tanaman tersebut tumbuh subur dan tidak menguning. Jika sesuai, akuarium layak disebut sehat.
Sekarang, kamu sudah tahu kenapa air akuarium berbusa. Ternyata tak selalu pertanda buruk, ya. Untuk gelembung atau busa yang gampang pecah merupakan pertanda bahwa akuarium dalam keadaan baik-baik saja. Namun, untuk tindak pencegahan, jangan lupa untuk membersihkan akuarium secara rutin, ya.

