Kuliner Malam Pasar Tengah Bangkitkan Nuansa Tempo Dulu di Pontianak

Kuliner Malam Pasar Tengah Bangkitkan Nuansa Tempo Dulu di Pontianak

Pembaruan Pasar Tengah sebagai Pusat Kuliner Malam



Pasar Tengah, yang dikenal sebagai ikon pasar lama di Pontianak, kini mulai mengalami perubahan. Kawasan ini kini diubah menjadi pusat kuliner malam yang menawarkan berbagai pilihan makanan bagi pengunjung. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk membangkitkan kembali suasana kehidupan yang dulu pernah ramai di kawasan ini.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa pembukaan pusat kuliner malam ini adalah langkah strategis dalam menjaga nilai sejarah dan karakter khas Pasar Tengah. Ia menjelaskan bahwa konsep yang diusung adalah perpaduan antara kuliner tradisional dan suasana bangunan lama yang khas.

“Kita ingin membangkitkan lagi suasana Pasar Tengah yang dulu menjadi salah satu pusat keramaian Kota Pontianak. Kawasan ini memiliki nilai sejarah dan karakter khas yang perlu kita hidupkan kembali,” ujarnya setelah meresmikan pusat kuliner tersebut.

Konsep yang Menjaga Arsitektur dan Budaya

Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk menjaga bentuk arsitektur dan nuansa lama kawasan Pasar Tengah. Hal ini dilakukan agar kawasan tetap memiliki nilai historis dan menjaga keberagaman budaya.

“Kita ingin suasananya seperti tempo dulu. Bangunan-bangunan lama ini tetap kita pertahankan untuk menjaga karakter kawasan sekaligus merawat keberagaman budaya,” jelas Edi.



Kawasan Pasar Tengah kini menjadi salah satu destinasi kuliner dan wisata malam di Kota Pontianak. Dalam konsep ini, berbagai sajian makanan khas dari berbagai daerah di Nusantara akan hadir, termasuk kuliner lokal Kalimantan Barat.

“Dari pembukaan saja sudah ada kuliner seperti papeda, makanan khas Palembang, Medan, dan lainnya. Ke depan akan semakin banyak makanan khas daerah yang bergabung di sini. Ini baru pembuka,” ujarnya.

Edi juga menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan, menciptakan inovasi, serta mempertahankan cita rasa tradisional agar dapat menarik minat pengunjung.

“Yang paling penting, jaga kualitas makanan, berinovasi, tapi tetap mempertahankan rasa khas tradisional. Selain itu, keamanan dan kenyamanan pengunjung juga harus dijaga bersama,” pesannya.

Aktivitas Pasar pada Pagi Hari dan Malam

Aktivitas pasar pada pagi hari tetap berjalan seperti biasa, sedangkan pusat kuliner malam akan beroperasi mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Selain menghadirkan kuliner, kawasan ini juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan seni dan hiburan rakyat.

“Nanti akan ada pertunjukan musik, seni lukis, karaoke, lomba gaplek, dan kegiatan anak-anak supaya suasananya lebih hidup. Kalau ada acara masyarakat atau pesta, bisa dilaksanakan di sini sambil membeli makanan dari pedagang lokal. Kita ingin kawasan ini kembali ramai,” tambahnya.

Partisipasi Pedagang dan Sistem Operasional

Ketua Pasar Malam Tanjungpura (Pasmata) Bahri menjelaskan bahwa hingga malam pembukaan, terdapat sekitar 35 pedagang yang berpartisipasi. Pihaknya juga berupaya membantu pedagang pemula agar mampu beradaptasi dengan konsep penjualan yang menarik.

“Mungkin belum terlihat ramai karena area ini cukup luas. Tapi kami yakin jumlah pedagang akan terus bertambah,” katanya optimistis.

Menariknya, Pasar Malam di kawasan ini tidak menerapkan sistem sewa lapak. Pedagang hanya memberikan kontribusi sukarela untuk kegiatan operasional agar kawasan ini tetap hidup.

“Dana itu digunakan untuk kegiatan seperti lomba karaoke dan lomba melukis, dan semuanya dipertanggungjawabkan dalam rapat bulanan,” tuturnya.

Tujuan Masa Depan Kawasan Kota Tua

Bahri berharap, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, kawasan Kota Tua Pontianak dapat berkembang menjadi destinasi kuliner malam yang aman, nyaman, dan mencerminkan keberagaman budaya Kota Khatulistiwa.

“Tujuan terbesar kami adalah menghidupkan kembali kawasan Kota Tua, yang nantinya akan terhubung hingga ke Waterfront. Seperti pesan Pak Wali, jika kawasan ini hidup, maka Jalan Sultan Muhammad juga akan dijadikan kawasan kuliner. Insyaallah tahun 2026 akan mulai dibangun,” pungkasnya.

Related posts