Kilang Modern Balikpapan Siap Beroperasi dengan Teknologi Osmosis Raksasa

Kilang Modern Balikpapan Siap Beroperasi dengan Teknologi Osmosis Raksasa

Fasilitas Utilitas Pendukung Kilang Balikpapan Memasuki Fase Operasi Awal

Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe telah mencapai tahap penting dalam pengembangan infrastruktur utilitas pendukung. Fasilitas-fasilitas ini menjadi kunci dalam memastikan operasi kilang berjalan efisien dan aman.

Sistem Pengolahan Air yang Komprehensif

Sistem utilitas yang kini telah melewati fase commissioning dan start-up mencakup instalasi pengolahan air laut (Sea Water Reverse Osmosis/SWRO), air payau (Brackish Water Reverse Osmosis/BWRO), menara pendingin, serta sistem udara bertekanan (Instrument Air dan Plant Air). Setiap komponen memiliki peran vital dalam menjaga kontinuitas pasokan air dan udara untuk mendukung proses produksi dan pengendalian peralatan kilang.

Fasilitas Sea Water Intake (SWI) dilengkapi tiga unit pompa dengan kapasitas total 22.500 meter kubik per jam (m³/jam). Air laut yang masuk akan dialirkan ke lima unit SWRO berkapasitas 4.115 m³/jam. Teknologi membran osmosis balik ini mampu mengonversi air laut menjadi air tawar berkualitas tinggi melalui proses penyaringan molekuler yang memisahkan garam, logam berat, dan partikel kontaminan lainnya.

Di samping itu, fasilitas BWRO dengan kapasitas 3.500 m³/jam berfungsi mengolah air payau menjadi air tawar yang memenuhi standar industri. Kedua instalasi ini menghasilkan air proses dengan spesifikasi ketat untuk berbagai keperluan operasional kilang, termasuk sistem pendinginan dan bahan baku ketel uap.

Teknologi Reverse Osmosis yang Efisien

Teknologi Reverse Osmosis (RO) yang diimplementasikan bekerja berdasarkan prinsip penyaringan melalui membran berpori ultra-halus. Dengan konfigurasi sistem ini, RDMP Balikpapan tercatat sebagai kilang dengan kapasitas pengolahan air terbesar di Indonesia. Kapasitas ini memungkinkan kilang memenuhi kebutuhan air proses dan sistem pendukung produksi secara mandiri tanpa bergantung pada sumber eksternal.

Menara Pendingin untuk Stabilitas Termal

Untuk menjaga stabilitas termal proses, proyek ini mengintegrasikan dua unit menara pendingin dengan konfigurasi berbeda. Terdapat tujuh sel berkapasitas total 29.999 m³/jam dan sepuluh sel berkapasitas 47.800 m³/jam. Air yang telah didinginkan akan disirkulasikan kembali ke berbagai unit proses seperti heat exchanger dan kompresor untuk menjaga efisiensi energi dan mencegah overheating peralatan.

Sistem Udara Bertekanan untuk Operasi Otomatis

Di sisi lain, sistem Instrument Air dan Plant Air memainkan peran krusial dalam mengoperasikan perangkat otomatis seperti actuated valve dan distributed control system di seluruh area kilang. Pasokan udara bertekanan yang stabil menjadi syarat mutlak untuk memastikan setiap proses berlangsung dengan presisi tinggi dan tingkat keamanan optimal.

Pemantauan Real-Time melalui UCR

Seluruh operasi fasilitas utilitas ini dimonitor dan dikendalikan melalui Utilities Control Room (UCR). Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat syaraf guna memantau kinerja sistem pendukung kilang secara real-time. Integrasi sistem kontrol terpusat ini memungkinkan operator untuk mendeteksi anomali operasional secara dini dan melakukan intervensi korektif dengan respons yang cepat.

Implikasi Strategis bagi Modernisasi Kilang Nasional

Keberhasilan PT Kilang Pertamina Balikpapan dalam mengintegrasikan sistem utilitas ini membawa implikasi strategis terhadap program modernisasi kilang nasional. Capaian ini tidak hanya memperkuat kesiapan teknis RDMP Balikpapan untuk beroperasi secara optimal, tetapi juga menjadi bagian integral dari upaya Pertamina dalam meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) dan produk non-BBM untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Related posts