Kapasitas Pengolahan Sampah Tangerang Selatan: 1.100 Ton/Hari Jadi Energi Listrik

Kapasitas Pengolahan Sampah Tangerang Selatan: 1.100 Ton/Hari Jadi Energi Listrik



CEO PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) Bobby Gafur Umar mengungkapkan bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah, termasuk Tangerang Selatan, akan segera dimulai. Proyek ini akan dikerjakan oleh anak usaha OASA, PT Indoplas Energy Hijau, bekerja sama dengan mitra teknologinya melalui kemitraan strategis PT Indoplas Tianying Energy.

Bobby menyatakan bahwa kedua pihak pelaksana proyek telah siap memulai pembangunan. “PSEL Tangsel memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.100 ton sampah per hari dengan potensi listrik sebesar 23–25 MW. Teknologi utama yang digunakan berasal dari mitra kami, China Tianying (CNTY), yang telah terbukti sukses dalam mengelola berbagai fasilitas WtE skala besar di dunia,” ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ini dalam keterangan tertulis.

Menurut Bobby, seluruh persyaratan teknis, studi perizinan, dan rencana konstruksi telah dipersiapkan secara matang untuk memastikan eksekusi proyek sesuai standar internasional.

Pada ajang Waste to Energy Investment Forum 2025, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa PSEL Tangsel kini memasuki tahap akhir untuk segera dibangun. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin menjaga kesinambungan program energi bersih nasional.

“Secara teknis, persyaratan seperti kesiapan lahan dan kapasitas pengolahan sampah telah dapat dipenuhi,” ujarnya.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, yang juga hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut, mendukung proyek ini dibangun di kawasan kota. Dia menyatakan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan lahan sekitar 5 hektare untuk fasilitas PSEL di Cipeucang.

“Truk pengangkut sampah sudah didapatkan pemenang lelangnya, saat ini sudah siap 27 unit dan secara bertahap akan ditambah sesuai kebutuhan. Kami konsisten memastikan kesiapan daerah terhadap PSEL Tangsel,” kata dia.

Menurut Benyamin, proyek ini merupakan upaya mengatasi persoalan sampah secara jangka panjang dan menghadirkan manfaat bagi kawasan. Dia menambahkan bahwa pemerintah kota telah menunjuk pelaksana proyek PSEL ini. Berdasarkan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (SPPL) pada April 2025, konsorsium swasta akan bertindak sebagai pelaksana pekerjaan.

Peran Penting Proyek PSEL dalam Pembangunan Berkelanjutan

Proyek PSEL tidak hanya berdampak pada pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi, proyek ini membantu mengurangi limbah yang biasanya menumpuk di tempat pembuangan akhir. Selain itu, produksi listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekitar.

Beberapa keuntungan dari proyek ini antara lain:

  • Mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA
  • Menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan
  • Membuka peluang kerja baru di bidang pengelolaan sampah dan energi
  • Menjadi contoh inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam

Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya PSEL, Tangerang Selatan bisa menjadi contoh daerah yang mampu mengelola sampah secara efisien dan berkelanjutan.

Persiapan Infrastruktur dan Keberlanjutan Proyek

Untuk mendukung pelaksanaan proyek, pemerintah kota telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah penyediaan lahan seluas 5 hektare di Cipeucang. Lahan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Selain itu, truk pengangkut sampah juga telah disiapkan. Saat ini, terdapat 27 unit truk yang siap beroperasi, dan akan ditambah sesuai kebutuhan.

Selain infrastruktur fisik, persiapan teknis juga dilakukan secara matang. Studi kelayakan, izin lingkungan, serta rencana konstruksi telah selesai dilakukan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan pelaku bisnis dalam menjalankan proyek yang berkelanjutan dan sesuai standar internasional.

Dukungan dari Pihak Swasta

Konsorsium swasta yang terlibat dalam proyek ini juga menunjukkan komitmen yang kuat. Dengan adanya kemitraan antara PT Indoplas Energy Hijau dan PT Indoplas Tianying Energy, proyek ini memiliki dasar yang kokoh dalam hal teknologi dan pengelolaan. Mitra asing ini juga memberikan akses ke teknologi terkini yang telah terbukti sukses di berbagai negara.

Dukungan dari pihak swasta ini sangat penting karena proyek seperti PSEL memerlukan investasi besar dan pengelolaan yang profesional. Dengan keterlibatan pihak swasta, proyek ini bisa berjalan lebih efisien dan efektif.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Meski proyek ini menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis sangat penting agar proyek berjalan lancar. Selain itu, keberlanjutan operasional juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Namun, dengan dukungan yang kuat dari semua pihak, proyek PSEL di Tangerang Selatan memiliki prospek yang cerah. Proyek ini bisa menjadi model yang dapat diadopsi oleh daerah-daerah lain di Indonesia, sehingga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Related posts