InaRI Expo & IIXS 2025 Dibuka, Momentum Kebangkitan Teknologi Digital Nasional

InaRI Expo & IIXS 2025 Dibuka, Momentum Kebangkitan Teknologi Digital Nasional

Perhelatan Teknologi dan Inovasi di Jakarta International Expo

Indonesia Research and Innovation (InaRi) Expo 2025 dan Indonesia Internet Expo & Summit (IIXS) 2025 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Selasa (28/10). Kedua pameran ini berlangsung hingga 30 Oktober dan menjadi bagian dari rangkaian acara Indonesia Technology and Innovation (INTI) Expo 2025 dengan tema “Unlock the Power of Technology and Innovation”.

Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi terkini, tetapi juga menjadi momen penting dalam membangkitkan ekosistem inovasi dan teknologi digital nasional. Melalui acara ini, para inovator, peneliti, pelaku usaha, serta investor dapat bertemu dan membentuk jejaring kolaboratif lintas sektor.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini. Ia berharap pameran ini menjadi katalisator penguatan kolaborasi lintas sektor melalui berbagai agenda seperti pameran teknologi, konferensi, seminar, dan business matching.

“Pameran ini menjadi panggung untuk memperkenalkan berbagai produk, solusi, dan inovasi terbaru di sektor telekomunikasi, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), serta teknologi digital lainnya,” ujar Meutya.

Potensi Digital yang Menjanjikan

Indonesia memiliki potensi digital yang sangat besar. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), transaksi e-commerce pada kuartal III 2025 mencapai Rp 1,44 miliar transaksi, tumbuh 20,5 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp 134,67 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan pesat di sektor digital.

Di sisi industri, nilai pasar Internet of Things (IoT) di Indonesia telah menembus USD 13,05 miliar (Mordor Intelligent, 2025), menunjukkan percepatan adopsi teknologi di berbagai sektor. Hal ini menegaskan bahwa Indonesia semakin siap menghadapi era digital yang semakin berkembang.

Fokus Pada Riset dan Kolaborasi

Kepala Badan Riset Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menjelaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperkuat sinergi antara riset dan industri. BRIN terus mendorong kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Fokus riset saat ini diarahkan pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), analitik data besar (big data analytics), dan green computing. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat daya saing industri nasional, tetapi juga memastikan bahwa hasil riset mampu memberikan nilai tambah ekonomi.

“Sekaligus mendukung agenda Indonesia menuju ekosistem digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kesempatan untuk Membangun Jaringan

Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk saling berinteraksi dan membangun jaringan. Dengan hadirnya berbagai pelaku industri, akademisi, dan investor, acara ini menjadi wadah yang ideal untuk mempercepat proses inovasi dan penerapan teknologi di berbagai sektor.

Dari segi teknologi, banyak perusahaan dan startup yang memperkenalkan solusi terbaru mereka, termasuk penggunaan AI dalam berbagai aplikasi, IoT untuk meningkatkan efisiensi, serta big data analytics untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun ada banyak peluang, tantangan juga tetap ada. Misalnya, infrastruktur digital yang masih perlu diperkuat, kurangnya SDM yang ahli di bidang teknologi, serta regulasi yang perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Namun, dengan komitmen pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih maju dalam menghadapi tantangan digital.

Dengan demikian, acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi langkah awal menuju ekosistem digital yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Related posts