BANTENMEDIA – Pemerintah Kota Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui berbagai program kesehatan masyarakat. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menggelar kegiatan TOSS-TBC (Temukan dan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis).
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr. Amir Ali menjelaskan bahwa kegiatan TOSS-TBC ini merupakan bagian dari kampanye besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC serta pentingnya deteksi dini. Selain kampanye, Pemkot juga menyediakan layanan skrining TBC gratis yang dilakukan serentak di seluruh CFD di setiap kecamatan di Kota Tangerang.
Menurut dr. Amir, langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap capaian pengendalian TBC di Kota Tangerang yang telah menunjukkan hasil positif.
“Kami sudah berhasil menuntaskan 92 persen penanganan kasus TBC atau setara dengan 13.382 kasus dari total 14.687 kasus pada tahun sebelumnya. Melalui TOSS-TBC ini, kami ingin memperluas jangkauan pelayanan dan edukasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus di pusat kota, melainkan juga dilaksanakan di berbagai lokasi CFD di seluruh kecamatan. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, aksi TOSS-TBC diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama menuju eliminasi TBC pada tahun 2030.
“Kota Tangerang termasuk daerah dengan capaian penanggulangan TBC terbaik di Provinsi Banten. Kami berharap kesadaran masyarakat makin meningkat untuk mencegah dan mengobati TBC secara tuntas,” kata dr. Amir.
Manfaat Kegiatan TOSS-TBC bagi Masyarakat
Selain edukasi, kegiatan TOSS-TBC juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Banyak warga yang memanfaatkan skrining TBC gratis di lokasi kegiatan. Pelayanan dilakukan langsung oleh tenaga medis Dinkes dan petugas puskesmas setempat agar masyarakat dapat segera mendapatkan pemeriksaan awal secara cepat dan mudah.
Salah satu warga, Muhammad Arif Kurniadi, mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut.
“Begitu tahu ada pemeriksaan TBC gratis di CFD, saya langsung datang sekalian olahraga pagi bersama keluarga. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat. Semoga bisa terus dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga,” ujarnya.
Strategi Pemkot Tangerang dalam Penanggulangan TBC
Pemkot Tangerang terus mengembangkan strategi yang efektif dalam menangani TBC. Salah satunya adalah dengan melakukan skrining massal di berbagai titik yang ramai dikunjungi masyarakat. Kegiatan TOSS-TBC ini bukan hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga menjadi ajang untuk memberikan layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Melalui sosialisasi dan edukasi, masyarakat lebih memahami tentang gejala, cara penularan, dan pentingnya pengobatan TBC.
- Akses Layanan Kesehatan yang Lebih Mudah: Dengan adanya layanan skrining gratis di tempat umum, masyarakat yang kurang mampu atau tidak memiliki akses ke fasilitas kesehatan bisa mendapatkan pemeriksaan awal.
- Kolaborasi dengan Petugas Kesehatan: Tenaga medis dan petugas puskesmas turut serta dalam kegiatan ini, sehingga layanan yang diberikan lebih profesional dan akurat.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun pencapaian Kota Tangerang dalam penanggulangan TBC cukup baik, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya merata. Beberapa wilayah masih memiliki angka penyebaran TBC yang relatif tinggi. Sehingga diperlukan upaya tambahan untuk mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030.
Harapan besar ditempatkan pada keberlanjutan kegiatan seperti TOSS-TBC. Dengan terus mengadakan acara serupa secara rutin, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan proaktif dalam menjaga kondisi tubuh mereka.
Kesimpulan
Program TOSS-TBC yang digelar Pemkot Tangerang merupakan salah satu inisiatif yang sangat penting dalam upaya mengatasi TBC. Kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang lebih mudah. Tetapi juga meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, harapan untuk mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030 semakin terlihat nyata.

