Bubur Gudeg Mercon Tamsis: Rasa Pedas Manis di Pusat Jogja

Bubur Gudeg Mercon Tamsis: Rasa Pedas Manis di Pusat Jogja

Warung Gudeg Bu Ari: Kehangatan di Tengah Kota Yogyakarta

Di sudut trotoar Jalan Tamansiswa, Yogyakarta, aroma pedas manis dari dapur tenda kecil mulai menyebar. Itu adalah aroma Bubur Gudeg Mercon Tamsis yang menjadi daya tarik bagi warga setempat dan pengunjung kota. Di bawah cahaya lampu temaram, seorang ibu penjual tampak sibuk mengaduk bubur panas dan mengisi piring berlapis daun pisang dengan isian gudeg mercon yang masih mengepul.

“Biasanya makin malam makin rame,” kata Ari, penjual Bubur Gudeg Mercon Tamsis, sambil tersenyum. Malam hari di warung miliknya justru menjadi saat di mana kehidupan terasa paling hangat.

Di antara sekian kuliner gudeg Jogja yang disajikan di malam hari, warung gudeg milik Bu Ari menawarkan varian nasi dan bubur gudeg yang dilengkapi dengan topping sambal krecek dan oseng koyor mercon. Rasa manis gudeg yang dipadukan dengan rasa pedas dari sambal krecek dan oseng koyor mercon menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan yang berdatangan.

“Sudah langganan saya. Kalau malem-malem sudah ndak ada kerjaan, pasti selalu ajak teman kesini. Ya biasanya lesehan (di tikar), ngobrol-ngobrol, kadang ndak terasa sampai warungnya sudah mau tutup,” ungkap Jati, salah satu pelanggan, sembari menunggu bubur gudegnya disajikan.

Apabila hujan melanda di malam hari, biasanya warung tetap ramai pesanan melalui aplikasi pesan-antar. Tidak jarang Ari membagikan seporsi gudeg untuk driver yang mengambil pesanan online.

“Kalau tidak hujan ya setiap jam 12 malam itu mesti ada langganan yang datang rame-rame. Jadi sampai sudah hafal orang-orangnya, setiap hari jam 12 baru datang,” ujar Ari sambil terkekeh.

Selama berjualan bubur gudeg mercon, Ari selalu ditemani oleh suaminya. Kadang apabila tidak sibuk putrinya akan datang membantu. Warung ini buka mulai ba’da maghrib hingga dini hari, menjual setidaknya 30-40 porsi setiap harinya.

“Pernah waktu itu stok lauk, nasi dan bubur sampai habis, bisa sampai 50 porsi. Tapi ‘kan ya nggak mesti tho,” ucapnya.

Harga bubur gudeg mercon ini cukup terjangkau. Mulai dari harga Rp 15 ribu, pengunjung sudah bisa mencicipi sepiring bubur gudeg hangat dengan telur bebek atau ayam suwir, tentunya sudah disertai sambal krecek dan oseng mercon.

Varian Menu yang Menarik Perhatian

Warung Bu Ari menawarkan beberapa varian menu yang membuatnya menjadi pilihan utama bagi pecinta gudeg. Berikut beberapa pilihan yang tersedia:

  • Bubur Gudeg Mercon
    Makanan utama yang menjadi andalan warung ini. Bubur yang dibuat dari bahan-bahan tradisional dengan tambahan sambal mercon yang memberikan sensasi pedas yang unik.

  • Nasi Gudeg Mercon
    Nasi yang disajikan dengan campuran gudeg mercon dan berbagai toping seperti telur bebek atau ayam suwir. Cocok untuk mereka yang ingin makan lebih berat.

  • Sambal Krecek dan Oseng Koyor Mercon
    Sambal khas yang ditambahkan sebagai topping untuk menambah rasa pedas dan nikmat pada setiap hidangan.

Pengalaman Makan di Warung Bu Ari

Bagi pengunjung yang datang ke warung ini, suasana yang hangat dan ramah membuat mereka betah lama-lama. Banyak pengunjung yang memilih duduk di lantai atau menggunakan tikar untuk menikmati makanan sambil berbincang-bincang dengan teman atau keluarga.

  • Suasana yang Hangat
    Lampu yang redup dan suara obrolan pengunjung menciptakan suasana yang nyaman dan akrab.

  • Pelayanan Ramah
    Para penjual dan anggota keluarga yang bekerja di sini selalu ramah dan siap membantu pengunjung.

  • Jam Operasional yang Fleksibel
    Dari sore hingga dini hari, warung ini selalu buka dan menyediakan makanan yang segar serta lezat.

Warung Gudeg Bu Ari tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati makanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan malam di Yogyakarta. Bagi yang ingin mencoba rasa gudeg yang berbeda, tempat ini layak dikunjungi.

Related posts