Aksi Heroik Tenaga Kesehatan dalam Melayani Masyarakat
Pada peringatan Hari Pahlawan, sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, menunjukkan aksi heroik yang layak diapresiasi. Mereka rela menerjang sungai untuk menjalankan misi kemanusiaan yaitu Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang berlangsung di SD Cikadongdong 1, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, pada Senin 10 November 2025.
Salah satu Nakes yang terlibat, Eva Anggraeni, mengatakan bahwa dirinya bersama tiga rekan lainnya memilih melewati sungai karena jembatan yang biasanya digunakan sudah lama ambruk. “Tanpa rasa takut kita berjibaku melewati jembatan yang sudah lama ambruk. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju SD Cikadongdong 1, tempat berlangsungnya kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS),” ujar Eva.
Eva menjelaskan bahwa mereka tetap melangkah dengan penuh kehati-hatian. Rasa was-was tidak bisa menghalangi semangat mereka untuk menjalankan tugas. “Kalau kami tidak datang, anak-anak di sekolah itu bisa tertunda imunisasinya. Ini tugas dan tanggung jawab kami,” tambahnya.
Kehadiran para Nakes tersebut disambut dengan haru oleh para guru dan siswa. Meskipun medan yang ditempuh sangat berat, kegiatan imunisasi berjalan dengan lancar. “Kami sangat senang dengan kehadiran mereka. Ini adalah bentuk dukungan nyata dari tenaga kesehatan kepada anak-anak di sekolah,” ucap salah seorang guru.
Sementara itu, warga setempat, Agus, menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan para Nakes. “Saya salut dan bangga, mereka tidak hanya bekerja, tapi benar-benar berjuang demi masyarakat Cikeusik,” kata Agus.
Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Cikeusik, Alik Wahyudi, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Tenaga Kesehatan yang telah melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan para bidan yang telah berjuang tanpa kenal lelah demi suksesnya Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Terima kasih juga kepada pihak sekolah yang telah bekerja sama dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyudi menegaskan bahwa aksi heroik para Tenaga Kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya diwariskan di medan perang, tetapi juga di setiap langkah perjuangan kecil yang membawa kebaikan bagi sesama. “Ini merupakan bukti nyata bahwa pahlawan kemanusiaan atau pahlawan kesehatan di Pandeglang akan terus melayani masyarakat,” tandasnya.
Semangat Kemanusiaan yang Tak Pernah Padam
Aksi para Nakes ini menunjukkan betapa pentingnya dedikasi dan semangat dalam menjalankan tugas. Mereka tidak hanya menjalankan pekerjaan sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi contoh nyata tentang pengorbanan dan kepedulian terhadap masyarakat. Dengan melewati jembatan yang rusak dan medan yang berat, mereka menunjukkan bahwa tujuan utama mereka adalah memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
Kegiatan seperti Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sangat penting dalam menjaga kesehatan anak-anak. Dengan adanya imunisasi yang dilakukan secara rutin, risiko penyakit dapat diminimalkan, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. Para Nakes ini berperan besar dalam memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang diperlukan.
Selain itu, kerja sama antara Puskesmas Cikeusik dan SD Cikadongdong 1 juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Keterlibatan pihak sekolah dalam mendukung pelaksanaan imunisasi menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kesehatan anak-anak.
Dalam situasi seperti ini, ketangguhan dan kesabaran para Nakes menjadi nilai tambah yang sangat berharga. Mereka tidak hanya menghadapi tantangan fisik, tetapi juga harus siap menghadapi berbagai kondisi yang tidak terduga. Namun, hal itu tidak membuat mereka mundur. Sebaliknya, mereka semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

