Polda Banten Selidiki Tambang Emas Ilegal di Gunung Halimun Salak

Polda Banten Selidiki Tambang Emas Ilegal di Gunung Halimun Salak

BANTENMEDIA – Polda Banten akan melakukan penyelidikan terkait dugaan aktivitas tambang emas yang tidak sah di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Seperti yang diketahui, kehadiran beberapa tenda biru di wilayah perbatasan antara Provinsi Banten dan Jawa Barat menjadi perhatian masyarakat.

Lokasi tersebut diduga kuat menjadi pusat kegiatan penambangan emas yang tidak sah di sekitar kawasan TNGHS.

Temuan tersebut sempat menyebar luas setelah masyarakat melaporkan kegiatan yang mencurigakan di wilayah perbatasan.

Berdasarkan pencarian koordinat melalui Google Maps, tenda-tenda biru tersebut terlihat tidak jauh dari kawasan hutan lindung TNGHS yang seharusnya bebas dari kegiatan pertambangan.

“Akan melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut terkait informasi tersebut,” ujar Kepala Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten, Kompol Dhoni Erwanto, dikutip dari Kompas.com, Minggu (26/10/2025).

Dhoni menyebutkan, berdasarkan pengamatan citra satelit, ditemukan lokasi penambangan emas ilegal di wilayah Jawa Barat.

Data awal, terdapat 30 lokasi yang berada dalam kewenangan Polda Banten.

“Kami akan mengecek wilayah Banten, kami masih berkoordinasi dengan TNGHS,” katanya.

Operasi pertambangan emas ilegal di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) telah berlangsung selama lebih dari tiga puluh tahun sejak awal tahun 1990-an.

Namun, sampai saat ini, usaha untuk mengatur para penambang ilegal atau gurandil masih menghadapi berbagai tantangan.

“Kawasan yang sulit diakses, banyak area tambang ilegal berada di lokasi terpencil, dalam hutan, atau daerah aliran sungai yang tidak mudah dikunjungi oleh petugas,” ujar Dhoni.

TNGHS telah beberapa kali melakukan langkah penanganan, mulai dari sosialisasi, patroli rutin, hingga operasi bersama antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Penutupan dengan melakukan operasi besar terakhir dilakukan pada tahun 1998 dan 2017, tetapi hasilnya belum optimal karena medan yang sulit.

Related posts