Perjuangan Siswa SD Pandeglang Menyeberangi Sungai Berarus

Perjuangan Siswa SD Pandeglang Menyeberangi Sungai Berarus

BANTENMEDIA – Sebuah rekaman video yang menampilkan sejumlah murid sekolah dasar dan menengah pertama melintasi sungai dengan aliran kencang di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi viral di jejaring sosial.

Kepala Kecamatan Cimanggu, Encun Sunayah, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (22/10) di Sungai Surian yang menghubungkan Kampung Cegog dengan Kampung Air Jeruk di Desa Cegog.

Menurut Encun, banjir yang terjadi di Sungai Surian datang secara tiba-tiba dan menyebabkan hanyutnya jembatan darurat yang dibuat oleh warga. Di sisi lain, jembatan utama masih dalam tahap pengerjaan.

“Sebenarnya ada jembatan di atasnya. Karena jembatan tersebut sedang diperbaiki, awalnya jembatan gantung lalu dibuat permanen, dan sekarang masih dalam proses pengerjaan. Sementara menunggu jembatan selesai dibangun, dibuatlah jembatan darurat, tetapi saat itu datang air deras dan jembatan sementara tersebut terbawa,” kata Encun melalui panggilan telepon, Jumat (24/10).

“Paginya memang tidak seperti itu, yang terjadi saat anak-anak pulang sekolah, begitu lah,” tambahnya.

Ia mengatakan, masyarakat setempat memang terbiasa menyeberangi Sungai Surian karena biasanya airnya dangkal. Namun pada saat kejadian, curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai meluap.

“Secara umum sungai itu dangkal dan bisa dilewati, bahkan mobil bisa melewatinya. Hanya saja saat itu datang banjir bandang, jembatan sementara terbawa arus, dan jembatan utama masih dalam proses penguatan,” katanya.

Encun menambahkan, pihaknya telah mengambil langkah pencegahan dengan meletakkan kayu-kayu di atas jembatan yang sedang dibangun agar dapat digunakan oleh pejalan kaki.

Karena warga Kampung Cegog harus menyeberangi Sungai Surian untuk mencapai fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan pasar.

“Jembatan permanen tersebut kini hanya tinggal bagian atasnya yang dicor untuk penyelesaian. Saat ini telah dipasang papan sementara agar dapat dilalui oleh pejalan kaki, sehingga anak-anak tidak perlu lagi menyeberangi sungai. Karena masyarakat dari Cegog, jika pergi ke sekolah atau pasar memang harus melewati tempat itu,” katanya.

Related posts