BANTENMEDIA – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak diguyur hujan pada Minggu (10/8). Meski demikian, ratusan kepala keluarga (KK) harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Mereka terkena dampak banjir akibat meluapnya air dari beberapa aliran sungai. Banjir mulai terjadi sejak pagi hari dan menimpa lima titik wilayah tertentu.
Kepala Divisi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Essa Nugraha menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterima sejak pukul 06.45 WIB hingga pukul 13.25 WIB, tercatat lima lokasi banjir dengan berbagai kedalaman genangan. Sebanyak 242 kepala keluarga terkena dampaknya.
Kira-kira pukul 01.00 WIB pada malam hari, kami mendapatkan laporan dari kawasan Bogor dan Depok mengenai hujan lebat. Kondisi pintu air mengalami peningkatan sehingga berada dalam status siaga 2, seperti yang terjadi di Batu Belah, Katulampa, dan Angke. Air mulai masuk ke Tangsel sekitar pukul 05.30 WIB,” kata Essa saat dimintai konfirmasi.Jawa Pos, Minggu (11/8).
Melanjutinya, BPBD bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel serta komponen wilayah melakukan proses evakuasi kendaraan yang mengalami kerusakan di lokasi banjir. Beberapa warga sempat memaksa melewati area yang tergenang air. “Setelah air banjir surut, petugas melakukan pembersihan lingkungan dari lumpur sungai yang masuk ke permukiman akibat banjir,” katanya.
Berikut rincian lima lokasi yang terkena banjir, yaitu Perumahan Villa Pamulang RT 03, 04, 05, serta RT 08 RW 17, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang. Ketinggian air mencapai antara 10 hingga 35 cm. Sekitar 160 kepala keluarga terdampak, dan penyebab utamanya adalah meluapnya aliran Kali Angke.
Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan:
1. Selanjutnya, Jl. Lembah 1 RT 04 RW 06, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur. Tingkat air sekitar 25 cm, mengakibatkan 12 kepala keluarga terdampak dan akses menuju Pondok Cabe terputus akibat banjir yang disebabkan oleh meluapnya Kali Pesanggrahan. Selanjutnya, Kampung Jati RT 003/05, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong dengan tingkat air sekitar 25 cm, terdapat 10 kepala keluarga yang terdampak akibat meluapnya Kali Angke.
2. Berikutnya, Jl. Lembah 1 RT 04 RW 06, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur. Ketinggian air sekitar 25 cm, menyebabkan 12 KK terkena dampak banjir serta akses ke Pondok Cabe terputus karena luapan Kali Pesanggrahan. Sementara itu, Kampung Jati RT 003/05, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong memiliki ketinggian air sekitar 25 cm, dengan 10 KK terdampak akibat meluapnya Kali Angke.
3. Selanjutnya, Jl. Lembah 1 RT 04 RW 06, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur. Ketinggian air sekitar 25 cm, sehingga 12 kepala keluarga terdampak dan akses ke Pondok Cabe terputus akibat banjir yang berasal dari luapan Kali Pesanggrahan. Di tempat lain, Kampung Jati RT 003/05, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong juga mengalami ketinggian air sekitar 25 cm dengan 10 KK terdampak akibat luapan Kali Angke.
4. Berikutnya, Jl. Lembah 1 RT 04 RW 06, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur. Tinggi air sekitar 25 cm, memengaruhi 12 KK dan mengganggu akses ke Pondok Cabe akibat banjir dari luapan Kali Pesanggrahan. Di sisi lain, Kampung Jati RT 003/05, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong mengalami ketinggian air sekitar 25 cm, dengan 10 KK terdampak akibat meluapnya Kali Angke.
5. Selanjutnya, Jl. Lembah 1 RT 04 RW 06, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur. Tingkat air mencapai sekitar 25 cm, menyebabkan 12 KK terdampak dan jalur menuju Pondok Cabe terputus akibat banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Pesanggrahan. Sementara itu, Kampung Jati RT 003/05, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong juga mengalami ketinggian air sekitar 25 cm, dengan 10 KK terdampak akibat luapan Kali Angke.
Kemudian Komplek Dago Tol, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 20 cm. Sebanyak 60 kepala keluarga terdampak. Penyebabnya sama, meluapnya Kali Angke. Saat ini kondisi air mulai menurun.
Akhir Komplek BSR, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong memiliki tinggi muka air sekitar 10 hingga 25 cm. Banjir menutupi halaman satu masjid serta jalan akses warga di komplek tersebut. Penyebabnya adalah meluapnya Kali Angke.






