Tindakan Codeblu Dorong Toko Clairmont Merosot: Netizen Serbu Instagram dengan Kritik

Tindakan Codeblu Dorong Toko Clairmont Merosot: Netizen Serbu Instagram dengan Kritik


, JAKARTA –

Toko roti Clairmont Patisserie merosot karena tindakan Codeblu yang sebenarnya adalah William Anderson.

Meski ulasan negatif tentang Codeblu di media sosial menyebabkan penurunan pendapatan hingga milyaran rupiah.

Sehingga, toko itu tidak bisa menarik karyawan kontrak harian.

Sebenarnya, Clairmont Patisserie umumnya menarik perekrutan tenaga kerja harian ketika toko kue tersebut kebanjiran pesanan.

Di samping itu, akun Instagram dari Clairmont Patisserie menjadi target serangan oleh warganet.

Media sosial toko roti tersebut dipenuhi dengan kritik keras usai terdapat ulasan negatif tentang Codeblu di platform online.

Sejumlah pelanggan yang telah mentransfer uang ke rekening toko meminta refund setelah menonton video Codeblu.

Tim pemasaran toko tersebut mengatakan hal itu kepada Lintang.

“Ada banyak pula fitnah yang menghampiri akun Instagram kami, kata-kata tidak layak disampaikan di Instagram kami,” ujarnya.

Lintang juga menyampaikan bahwa mereka tidak dapat membayar karyawan kontrak harian karena pendapatan telah berkurang sebesar lebih dari Rp 4 miliar.

Belum berhenti sampai disitu, toko tersebut pun menghadapi beberapa tantangan lagi.

Sejumlah merek yang pernah bekerja sama tiba-tiba memilih untuk mengakhiri kemitraan dengan segera.

“Sebab mereka khawatir mereknya ikutan tercoreng. Seiring sejumlah warganet telah memulai serangan ke arah beberapa brand yang bekerja sama dengan kami akibat Codeblu,” demikian ujarnya dilansir dari IG @ardyanhalley.


Laporkan Codeblu

Perusahaan roti Clairmont pada akhirnya menuntut vlogger makanan Codeblu karena dicurigai telah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sehubungan dengan penyebaran informasi hoax tentang gerainya.

Clairemont mengajukan laporannya kepada Polres Metro Jakarta Selatan tentang Codeblu mulai bulan Desember 2024.

Maka, bagaimana penyelesaian sengketa antara Clairmont dan Codeblu?

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polres Metropolitan Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, menyampaikan bahwa awalnya Codeblu telah menulis tinjauan atauulasan yang bersifat negatif terkait Clairmont pada tanggal 15 November 2024.

Pada saat itu, umpan balik buruk tersebut disampaikan berdasarkan laporan dari seorang pegawai yang bertugas di toko tersebut.

Ulasan buruk tersebut menyebabkan Clairmont dihujani berbagai kritikan dari sejumlah pihak.

“Iya, secara keseluruhan Codeblu menyatakan bahwa hal tersebut tidak bagus sih, mengandung dampak negatif begitu,” ungkap Nurma Dewi saat berada di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada hari Senin, 17 Maret 2025, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com.

Sesungguhnya, keluarga Clairmont telah menyangkal tudingan tersebut melalui media sosial pada tanggal 17 November 2024.

Namun demikian, Codeblu melanjutkan dengan mengunggah klip baru yang menyatakan bahwa Clairmont diduga telah mensuplai kue nastar busuk kepada panti asuhan di tahun Januari 2025.

Pada kiriman videonya, Codeblu juga menyebutkan tentang kondisi dapur toko kuenya yang menurut dia tidak baik.

Saat itu, Clairmont menjelaskan dengan lebih jelas bahwa tim mereka tidaklah yang mengirim kue tersebut.

Kue itu diserahkan oleh ex-karyawan dari salah satu perusahaan pemeliharaan mereka tanpa dia mengetahui hal ini.

Nah kemudian jelas saja toko roti tersebut mengklaim tidak menyerahkan apa pun kepada panti asuhan dan sudah membantah hal itu.

Namun, tingkatkan (videonya), sebarkan informasi bahwa toko roti tersebut yang memberikan bantuan kepada panti asuhan,” kata Nurma.

Saat ini, Codeblu telah mengajukan permohonan maaf kepada Clairmont dan bersumpah akan lebih berhati-hati ketika menyebarluaskan informasi.

Codeblu menyampaikan permohonan maaf tersebut di bulan Februari 2025.

“Dia (Codeblu) telah tiba dan meminta maaf, hanya saja dia yang melapor ke manajemen,” jelas Nurma. Codeblu pun sudah menjalani pemeriksaan pada hari Selasa, 11 April 2025.

Hingga kini, polisi telah memeriksa tiga individu mengenai laporan Clairmont.

“Ya, baru ada tiga orang yang dihubungi, yakni pelapor dari pihak manajemen Clairmont, sang pemilik Clairmont, dan Codeblu,” jelas Nurma.



Akses di
Google News
atau
WhatsApp Channel
Pastikan para pengguna Tribun telah menginstal aplikasi WhatsApp ya.

Related posts