– Vlogger makanan Codeblu sekali lagi menjadi perhatian publik setelah sebelumnya diolok oleh anggota DPR dan saat ini menghadapi ancaman gugatan.
Diketahui, seorang vlogger makanan bernama Codeblu pernah menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan pemerasan dan mendapat kritikan keras dari anggota DPR.
Sebentar lagi, Codeblu mengalami kesulitan kembali akibat ulasan yang tidak menyenangkan tersebut.
Perwakilan dari bakery Clairmont menyatakan adanya potensi untuk menuntut secara perdata food vlogger Codeblu usai menerima penilaian yang tidak baik.
Seperti yang telah disampaikan, Clairmont sudah mengajukan laporan terhadap Codeblu di Polres Metro Jakarta Selatan pada bulan Desember 2024. Laporan ini diajukan karena adanya indikasi pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) akibat dituduh menyebar berita bohong atau hoaks.
“Apabila kerugian dapat dipertunjukkan dengan jelas, dan laporan deadlock benar-benar ada di kepolisian dalam kasus tindak pidana, kami masih berencana untuk terus maju dengan pertimbangan mungkin akan menyerahkan gugatan di bidang hukum perdata,” ungkap Dedi Sutanto, kuasa hukum Clairmont, saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Selasa, 18 Maret 2025, seperti dilaporkan oleh sumber tersebut.
Kompas.com
.
Dedi menyebutkan bahwa Clairmont menderita kerugian karena tinjauan buruk tentang Codeblu.
Kerugian finansial yang diderita oleh Clairmont mencapai angka Rp 5 miliar.
Sebetulnya bukan soal permintaan kompensasi, tetapi kami memiliki tim_audit_internal yang telah melakukan revisi. Kerugian finansial tersebut mencapai hingga Rp 5 miliar termasuk dalam kategori kerugian material, sementara nilai merek berada diluar perhitungan ini.
“Itu adalah_audit_internal mengenai pendapatan yang dihadapi oleh klien kami,” ujar Dedi.
Penjualan barang-barang Clairmont merosot mulai bulan November 2024 setelah mendapat umpan balik dari Codeblu.
Mengadili Kasus Food Vlogger Codeblu Diduga Melakukan Pengancaman Hingga Menjadi Sorotan Tajam dari Anggota DPR
Sebenarnya, umumnya penjualan Clairmont naik selama periode Natal dan Tahun Baru.
Erdia Christina, pengacara lain dari Clairmont, menyebutkan bahwa kerugian yang dialami Clairmont mencakup aspek material dan non-material.
Kerugian non-material dirasakan oleh Clairmont hanya satu hari sesudah ulasan tentang Codeblu diposting di media sosialnya.
Setiap kehilangan kami bersifat material, selain itu ada juga kerugian non-material yang penting untuk dimengerti.
Beberapa merek mengakhiri kontrak kita, dan hal tersebut malah memberikan nilai yang lebih besar dari aspek material,” ungkap Erdia.
“Jika periode pengunggahan yang jelas sudah ditentukan, Codeblu akan mengetahui kapan waktu tersebut berakhir. Mari kita periksa; hanya satu hari setelah mengunggah konten, mereka langsung dipotong oleh merek terkenal di Indonesia,” tambah Erdia.
Erdia mengatakan, laporan dari Clairmont ini juga menjadi pelajaran untuk semua masyarakat untuk berhati-hati dengan media sosial.
“Jadi sebenarnya hal ini serius sekali, menjadi pembelajaran bagi kita semua. Masalah demikian bisa berdampak parah pada perusahaan jika memiliki data yang salah atau tak akurat,” ungkap Erdia.
Ini juga sebuah pembelajaran mengenai alasan kemarin terjadi kebuntuan, karena kita perlu menyampaikan pendidikan yang tepat baik dalam hal hukum maupun aspek etika.
Hasilnya kita teruskan saja (sesuai laporan kepolisan). Meski begitu, apabila ada perkembangan selanjutnya, kami akan memperbarui informasinya kembali,” ungkap Erdia.
Sebelumnya disampaikan bahwa Clairmont telah mengajukan laporan terhadap Codeblu pada bulan Desember tahun 2024 karena diduga menyalahi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Laporan ini diajukan setelah adanya tuduhan penyebaran informasi hoax yang berkaitan dengan toko kue tersebut.
Pada awalnya, Codeblu mengunggah tinjauan atau kritik negatif terhadap Clairmont pada tanggal 15 November 2024.
Pada saat tersebut, umpan balik buruk itu disampaikan berdasarkan laporan dari seorang pegawai yang bertugas di toko tersebut.
Ulasan buruk tersebut menyebabkan Clairmont menjadi sasaran panen kritikan dari berbagai kelompok.
Pihak Clairmont sudah membantah tuduhan itu di media sosial pada 17 November 2024.
Namun demikian, Codeblu melalui unggahan videonya sekali lagi menyebutkan bahwa Clairmont diduga telah memberikan kue nastar berjamuran kepada panti asuhan di tahun Januari 2025.
Pada postingan videonya tersebut, Codeblu juga mengomentari tentang dapur toko kue itu yang dianggapnya tidak baik.
Sementara itu, Clairmont dalam penjelasannya mengatakan bahwa pihak pengiriman kue bukanlah milik mereka.
Kue itu diserahkan oleh eks pegawai dari salah satu perusahaan pemeliharaan mereka tanpa diketahui olehnya.
Saat ini, Codeblu telah mengajukan permohonan maaf kepada Clairmont dan bersumpah akan lebih berhati-hati ketika menyebarluaskan informasi.
Codeblu menyampaikan permohonan maaf tersebut pada Februari 2025.
Walau begitu, laporannya terus berlangsung. Codeblu pun telah dicek pada hari Selasa, 11 April 2025.
Dituding Lakukan Pemerasan
Bukan pertama kalinya Codeblu menghadapi masalah akibat review negatifnya.
Masalah ini dimulai dari tinjauan Codeblu pada tanggal 15 November 2024 mengenai toko kue dan roti yang dicurigai telah menyajikan nastar berjamur di sebuah panti asuhan.
Pada saat itu, Codeblu menyatakan telah menerima informasi tersebut dari seorang individu yang dipercaya sebagai karyawan toko tersebut.
Bukan hanya mengomentari tentang nastar yang berjamur, Codeblu juga menyebutkan keadaan dapur yang buruk di toko itu.
Sehingga, banyak warganet turut menyalahkannya kepada toko kue itu.
Menjawab kehebohan terkait tuduhan yang menyebar, pihak toko kue merek CT merilis klarifikasi resmi pada tanggal 17 November 2024.
“Menanggapi isu yang beredar terkait tuduhan bahwa perusahaan kami telah mendistribusikan produk kadaluarsa dan berjamur ke Panti Asuhan, perusahaan melakukan tinjauan internal dan tidak menemukan bukti tersebut,” tulis toko kue tersebut di akun media sosialnya.
“Barang-barang hasil dari program CSR itu sudah melalui tahap pengecekan kualitas dan pasti layak serta aman untuk digunakan,” tambah mereka.
Codeblu menghasilkan klip video tambahan untuk menyindir toko kue itu lebih jauh usai mendapat masukan dari sejumlah individu.
“Gu hanya mengarahkan saja jika ada orang yang ingin suaranya didengarkan, sudah kuteruskan hal itu, seperti biasa,” ujar Codeblu.
Beberapa pembuat konten ulasan makanan, seperti Codeblu, mulai menarik perhatian publik.
Sebagian orang khawatir bahwa komentar mereka bisa merusak bisnis rumah makan apabila tidak didukung dengan pengecekan yang cukup.
Codeblu memposting klip video yang menyatakan bahwa toko kue CT telah menganjurkan pengiriman kue nastar busuk ke suatu yayasan anak yatim.
Pada videonya itu, Codeblu juga menyebutkan tentang keadaan dapur tokonya yang ia anggap kurang baik.
Komentar tersebut mendapat banyak perhatian dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pembeli.
Toko kue CT menyatakan dengan jelas bahwa tudingan itu tidak memiliki dasar yang kuat.
Toko kue CT menyatakan bahwa kue yang dikirm ke panti asuhan tidak datang dari mereka, tetapi berasal dari mantan pegawai salah satu penyedia layanan pemeliharaan mereka yang beraksi tanpa pengetahuan manajemen.
Toko itu pun mengklaim telah menderita kerugian dalam hal nama baik karena dugaan tersebut.
Setelah menerima klarifikasi, Codeblu mengunggah video permintaan maaf kepada toko kue CT.
Codeblu mengakui bahwa data yang dia sebarkan bersumber dari saluran tak terpercaya sehingga merugikan pihak CT dan menciptakan kekhawatiran di kalangan publik.
Codeblu bersumpah akan lebih teliti saat membagikan data di waktu yang akan datang.
>>>Perbarui berita terbaru di Google News






